Header Ads

Konferensi moskow, Taliban Hanya Mau Bernegosiasi Dengan AS Bukan Kabul

banner ads
Manjaniq.com, Moskow – Para pejabat Taliban, Jumat (09/11), menghadiri konferensi diplomatik di Rusia untuk pertama kalinya. Dalam pertemuan tersebut, Taliban kembali menegaskan tidak akan bernegosiasi dengan pemerintah Kabul dan hanya bernegosiasi dengan AS.

Konferensi yang berlangsung satu hari itu menyoroti aspirasi Moskow untuk memainkan peran dalam proses perdamaian di Afghanistan. Sementara itu, pemerintah Kabul tidak mengirim delegasi ke pertemuan tersebut.

Sebaliknya, anggota Dewan Tertinggi untuk Perdamaian di Afghanistan, sebuah badan non-pemerintah yang mengawasi upaya perdamaian dan tidak mewakili pemerintah, menggelar pertemuan dengan para pejabat Taliban. Mereka kembali menawarkan tawaran perdamaian Presiden Ashraf Ghani tanpa prasyarat.

Taliban menolak negosiasi langsung dengan pemerintah Kabul. Gerakan tersebut menganggap, pemerintahan Kabul tidak sah yang dipaksakan oleh asing. “Kami siap untuk mengadakan perundingan langsung dengan Amerika dan mendiskusikan masalah dengan mereka,” kata Taliban dalam konferensi diplomatik di Moskow.

Pernyataan itu menambahkan, Imarah Islam Afghanistan (nama lain Taliban) membuka lebar pembicaraan dan negosiasi. Namun kami mengajukan sejumlah tuntutan sebelum negosiasi digelar.

Pejabat Barat dan pemerintah Presiden Ashraf Ghani melihat konferensi yang digelar Rusia itu sebagai upaya Moskow untuk melibatkan diri dalam proses yang menurut mereka seharusnya di bawah kendali pemerintah Kabul.

“Pemerintah berharap bahwa pertemuan ini akan mengarah pada pembicaraan langsung antara pemerintah Afghanistan dan Taliban dan tidak mengizinkan Taliban untuk mengeksploitasi pertemuan ini,” kata Kementerian Luar Negeri Afghanistan dalam sebuah pernyataan.


Pertemuan itu diadakan di Moskow ketika Zalmay Khalilzad, utusan khusus AS untuk perdamaian di Afghanistan, bersiap duduk di putaran pembicaraan baru dengan para pejabat Taliban di Qatar.

Para pejabat Taliban kembali mengulang tuntutan penarikan pasukan AS dari Afghanistan dan Negara itu bisa dipimpin berdasarkan dasar-dasar agama Islam, kemasalahatan nasional dan keadilan.

“Masalah kehadiran pasukan asing perlu diselesaikan sebelum dimulainya pembicaraan dengan pemerintah Kabul,” kata Mohammad Suhail Shahin, juru bicara biro politik Taliban.

Shaheen membantah tuduhan militer AS bahwa Rusia memasok Taliban senjata, kabar yang juga disangkal Moskow.

Sumber: Reuters
Redaktur: Sulhi El-Izzi, kiblat

Tidak ada komentar