Header Ads

IIA : Amerika Segera Angkat Kaki atau Diusir Rakyat Afghanistan, 95% Afganistan Telah Kembali Dikuasai Rakyat Afganistan

banner ads
Manjaniq.com--Bulan ini genap tujuh belas tahun setelah Amerika menginvasi Afghanistan dan menjatuhkan pemerintahan Imarah Islam Taliban. AS dan sekutunya menyerang negara berdaulat Afghanistan dengan alasan yang dibuat-buat, menyebabkan perang panjang selama 17 tahun. Setelah tujuh belas tahun serangan dan rekontruksi yang digagas AS bukannya membuat Afghanistan lebih baik, lebih aman dan makmur, namun justru sebaliknya.
Semua tujuan dan propaganda bahwa setelah invasi AS akan membuat Afghanistan lebih baik hanya tingggal angan-angan yang sulit terwujud. Dengan campur tangannya AS justru menjerusmuskan rakyat Afghan dalam konflik dan kesengsaraan berkepanjangan.
Tanggal 7 oktober 2018, tepat 17 tahun sejak pertama kali AS menginvasi Afghanistan (7 Oktober 2001), Imarah Islam Afghanistan, (pemerintahan yang digulingkan AS) minta agar AS segera mundur dan menarik pasukannya dari Afghanistan. Bila itu tidak dilakukan, Imarah Islam mengancam akan menghasung perjuangan jihad bersama rakyat Afghan melawan pendudukan AS dan mengusirnya secara paksa dari tanah Afghanistan. Berikut terjemahan lengkap pernyataan Imarah Islam Afghanistan:

Pernyataan Imarah Islam tentang peringatan 17 tahun invasi Amerika
Tujuh belas tahun yang lalu, yaitu 7 Oktober 2001, Afghanistan diserang oleh koalisi militer NATO yang dipimpin oleh Amerika, mereka melanggar wilayah udara dan darat negara berdaulat Afghanistan.
Invasi ini dimulai dengan dalih yang lemah, yaitu insiden 9/11, di mana, tidak ada orang Afghanistan yang terlibat, atau tahu hal itu. Amerika tidak memberikan bukti-bukti yang dapat menjadi dasar yang masuk akal dan logis untuk invasi tidak sah mereka.
Pada saat itu, sistem Islam yang stabil dilaksanakan di 95% wilayah negara yang baru saja dibebaskan dari anarkisme faksional dan pertempuran internal dengan memulihkan perdamaian dan stabilitas di seluruh wilayah.
Untuk pembenaran atas invasi brutal dan tidak sah mereka dan menyingkirkan pertanggung jawaban dari perbuatan mereka di masa yang akan datang terhadap rakyat Afghanistan yang tertindas dan tidak bersalah, para penyerbu asing memproklamasikan tujuan mereka sebagai berikut:
  • Afghanistan akan stabil.
  • Obat-obatan terlarang (narkotika) akan diberantas.
  • Sistem pemerintahan seperti yang diinginkan oleh warga Afghanistan akan terbentuk.
  • Perdamaian, stabilitas, dan keamanan akan dipulihkan.
Tapi hari ini, setelah hampir dua dekade, semuanya terbalik. Afghanistan masih belum damai, stabil dan hidup normal.
Sebelum invasi Amerika, narkotika jumlahnya ditekan oleh Imarah Islam, tetapi sekarang merajalela dan menjadi rekor dunia.
AS juga gagal membentuk pemerintahan seperti yang diinginkan oleh orang-orang Afghanistan. Sebaliknya AS membangun sistem yang paling korup, tidak jujur ​​dan penuh dengan kekacauan. Rezim bentukan AS justru menciptakan keonaran dan teror pada rakyat Afghanistan dengan jet dan tank militer mereka.
Mengenai perdamaian dan stabilitas, menurut survei dan laporan organ independen, lebih dari empat puluh (60)ribu rakyat sipil tewas dan terluka dalam satu tahun lalu saja. UNAMA mengumumkan bahwa tingkat kerugian dan korban sipil telah meningkat menjadi 52% karena pemboman sembarangan dan penggerebekan malam para penyerbu asing dan pasukan rezim Kabul. Hal ini dikonfirmasi oleh Bahrami, yang disebut menteri pertahanan rezim Kabul, bahwa hanya dalam satu bulan 1300 pasukan mereka terbunuh dan terluka.
Selain membunuh, menyiksa, menjarah, ketidakamanan dan kekacauan publik, banyak kejahatan sosial lainnya telah dihasilkan oleh penjajah Amerika dengan menghasut perbedaan etnis dan bahasa. Masa muda bangsa Afghan dirampas dari kebanggaan mereka dengan memanjakan mereka dalam amoralitas barat. Kehidupan perempuan sangat terancam di bawah penyamaran hak-hak perempuan. Selain korupsi moral, banyak pemuda Afghan yang dijadikan pecandu narkoba.
Pemboman sembarangan terhadap rumah-rumah sipil, masjid, madrasah, klinik dan tempat-tempat lain yang oleh pasukan pendudukan asing dan antek-antek internal mereka telah menjadi rutinitas.
Oleh karena itu, Imarah Islam Afghanistan mengutuk invasi brutal Amerika dan pasukan sekutu mereka. Kami juga mengingatkan penjajah asing pada malam Hari Peringatan ke 17 invasi brutal mereka agar menarik pasukan mereka dari tanah air Afghanistan dengan mengakhiri pendudukan mereka, berhentilah menumpahkan darah orang-orang Afghan yang tidak bersalah. Biarkan orang-orang Afghan memutuskan masa depan negara mereka sendiri.
Ini adalah satu-satunya solusi rasional yang Imarah Islam tegaskan kembali sebagai solusi yang realistis dan faktual dari masalah ini.
Jika tidak, rakyat Afghanistan akan meneruskan perjuangan sah mereka di bawah kepemimpinan Emirat Islam sampai para penjajah diusir dari tanah air kami.
Insya Allah! Dan itu tidak pernah sulit bagi Allah yang Maha Kuasa!

Imarah Islam Afghanistan
28/01/1440 H – 7 Oktober 2018
sumber : seraamedia.org

Tidak ada komentar