Header Ads

Putra Usamah bin Laden kritik hubungan Saudi dengan Amerika

banner ads
Hamzah bin Laden mengrkitisi hubungan Arab Saudi dengan Amerika dalam sebuah video terbaru. Demikian dikutip dari Daily Mail, Kamis (05/04/2018). Putra Usamah bin Laden itu juga mendesak rakyat Arab untuk bangkit melawan para tiran dan penguasa negara yang kejam.

Dalam video itu, Hamzah mendorong orang-orang untuk membebaskan kota-kota suci umat Islam dari Tentara Salib dan mengingatkan janji Al-Qaidah untuk menyalurkan kembali kekayaan negara kepada orang-orang miskin dan membutuhkan.

Momen keluarnya seruan ini hampir bersamaan ketika Putra Mahkota Arab Saudi Muhammad bin Salman melanjutkan kunjungannya ke AS dan terjadi kontrak pertahanan antara kedua negara dengan total lebih dari $ 1 miliar.

Awal pekan ini, Bin Salman memicu ketegangan dengan Iran dengan mengatakan orang Israel berhak untuk hidup damai di tanah mereka sendiri.

Dalam videonya, Hamzah membahas pertemuan antara Ibn Saud, ayah dari raja Saudi saat ini, dan kemudian Presiden Franklin Roosevelt pada 1945 (pertama kalinya seorang presiden AS bertemu dengan raja Saudi).

“Pertemuan Abd al-Aziz dengan Roosevelt tidak biasa, tetapi merupakan pertemuan yang berbahaya dan menentukan yang menyeret Umat Islam ke dalam bencana dan bencana,” kata Hamzah.

“Ibn Saud setuju untuk mengizinkan kapal-kapal Amerika, dan menggunakan pelabuhan-pelabuhan Tanah Dua Tempat Suci sebagai pangkalan udara Amerika yang besar, dan menjadi wilayah bagi tentara Amerika untuk jangka waktu lima tahun,” sambungnya.

“Dengan demikian, Roosevelt dan Ibn Saud mendirikan dasar-dasar hubungan Saudi-Amerika, yang berlanjut hingga hari ini dan yang telah menyebabkan pendudukan Tanah Dua Tempat Suci, dan masuknya unit-unit tentara dan batalyon yang berpartisipasi dalam pembunuhan ratusan ribu Muslim di wilayah tersebut,” kata Hamzah.

Karena perannya dalam organisasi Al-Qaidah, pada bulan Januari tahun ini Amerika Serikat memasukkan putra Usamah itu dalam daftar teroris global. Dr. Aiman az-Zawahiri mengakui bahwa Hamzah telah bergabung dengan Al-Qaidah pada Agustus 2015.

Sebelumnya, Hamzah telah beberapa kali muncul dalam sebuah rekaman video. Ia pernah memuji pemimpin Taliban Mullah Omar, dengan menyebutnya sebagai seorang “syeikh yang alim, dalam persembunyian” dan memuji Mullah Omar sebagai “gunung jihad yang kokoh”. Hamzah juga menyerukan serangan kepada Amerika yang bertanggung jawab atas kematian ayahnya.

Sumber: Daily Mail, kiblat

Tidak ada komentar