Header Ads

ISIS tumbang, Suriah mulai membaik

banner ads
Dino Patti Djalal dari Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) menilai bahwa situasi keamanan di Suriah semakin membaik pasca dikalahkannya organisasi Islamic State in Iraq and Syria (ISIS).

Hal tersebut diungkapkan ketika mengomentari efek serangan Amerika Serikat ke Suriah jika benar-benar terjadi. Ia mengatakan agar pihak-pihak yang bertikai di Suriah tidak menyulut konflik yang lebih besar.

“Yang bermain adalah negara-negara besar, Amerika dan Rusia. Saya lihat PBB agak kewalahan untuk mencari cara mendamaikan situasi,” kata Dino saat ditemui di lantai 19 gedung Mayapada, Jakarta, Kamis (12/04/2018).

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) beberapa kali meminta kepada pihak yang bertikai di Suriah untuk menghentikan peperangan, kata dia. Namun seakan tak memiliki legitimasi.

“Agak susah memang situasinya, tapi kan memang PBB selalu berupaya mencari jalan untuk mendamaikan situasi,” ungkapnya.

Terkait rencana serangan AS ke Suriah, ia mengatakan hal itu bisa berdampak pada situasi global Suriah. Menurutnya, akan memicu pertikaian strategis yang lebih besar lagi antara Amerika melawan Rusia dan sekutunya.

“Yang kita inginkan adalah jangan sampai ini merebak. Kembali menyulut konflik yang semakin besar. Padahal situasi di sana semakin membaik,” kata Dino.
Sementara itu, rencana serangan AS di Suriah diklaim sebagai pembalasan atas serangan kimia pasukan Assad terhadap kota Douma yang menewaskan hampir 100 warga sipil dan melukai 1.000 lainnya. 

Serangan kimia ini sebagai rangkaian dari operasi militer pasukan Assad dan sekutunya di Ghouta Timur sejak beberapa pekan lalu dan telah memakan korban ratusan warga sipil.

Sumber kiblat

Tidak ada komentar