Header Ads

Hasil Pertemuan Jokowi dengan alumni 212 terkait kriminalitas ulama bukan pilpres 2019

banner ads
Beredarnya foto pertemuan Presiden Joko Widodo dengan sejumlah orang yang menamakan diri sebagai Tim 11 Ulama Alumni 212 menimbulkan sejumlah pertanyaan di tengah publik. Apakah pertemuan itu juga membahas soal dukungan politik?

Sekretaris Tim 11 Ulama Alumni 212, Muhammad Al Khaththath mengatakan pertemuan antara pihaknyadengan Jokowi dilakukan dalam rangka meminta presiden untuk menghentikan kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis 212. Dia menyebut pertemuan itu tidak ada kaitan dengan panasnya suhu politik saat ini.

“Tidak ada kesepakatan apapun, pertemuan itu hanya memberikan peringatan atau tekanan kepada Presiden untuk menyelesaikan kasus kriminalisasi ulama dan aktivis,” katanya kepada wartawan dalam konferensi pers di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu, (25/4/2018).

Dia menjelaskan dalam pertemuan, Tim 11 menyampaikan data dan fakta terkait kriminalisasi tersebut. Banyak kasus yang disampaikan, salah satunya kasus yang melibatkan Al Khaththath sendiri.
“Kriminalisasi bukan sebuah wacana namun adalah fakta, kita tidak tahu apakah itu kebijakan presiden atau kebijakan dari instansi lain. Jadi presiden mendapatkan info langsung dari korban kriminalisasi itu yakni saya,” ujarnya.

Saat ditanya wartawan apakah pertemuan itu dilakukan atas undangan istana, Khaththath meminta kepada awak media untuk menanyakan langsung kepada presiden. Termasuk terkait tersebarnya foto pertemuan yang bersifat tertutup itu.

Sementara, Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak yang juga ikut dalam bertemu Jokowi mengatakan pertemuan tersebut merupakan undangan dari pihak istana. Sebelum pertemuan semua handphone milik rombongan Tim 11 dikumpulkan oleh petugas istana. Sehingga, disekapati pertemuan tersebut tertutup dan pengambilan gambar tak diperbolehkan saat dilakukan pertemuan

Jadi bukan kami yang meminta untuk tertentup atau terbuka. Pertemuan kami hanya membicarakan masalah kriminalisasi atas ulama, sejatinya baik terbuka ataupun tertutup kami siap,” tutur Martak.
Dia menjelaskan dalam pertemuan 9 bulan yang lalu Presiden memerintahkan langsung kepada Menkopolhukam untuk menyelesaikan kriminalisasi ulama. Akan tetapi hingga saat ini ternyata hal itu belum terealisasikan dengan serius.

“Kami tidak ada perbincangan memberikan dukungan politik di sana. Kami hanya fokus penyelesaian terkait kriminalisasi ulama,” pungkasnya.

Foto pertemuan antara Jokowi dengan Tim 11 Ulama Alumni 212 pada Ahad (22/4/2018) yang digelar tertutup tersebar ke publik. Tim 11 terdiri atas KH Misbahul Anam sebagai dan Muhammad Al Khaththath sebagai sekretaris. Anggotanya antara lain Abdul Rasyid Abdullah Syafi’i, Yusuf Muhammad Martak, KH Sobri Lubis, Abah roud Bahar, Slamet Ma’arif, Usamah Hisab, Muhammad Nur Sukma, Muhammad Husni Thamrin, dan Aru Syeif Assadullah

Sumber kiblat.

Tidak ada komentar