Header Ads

35 tewas dan ratusan korban di aksi protes perbatasan Israel

banner ads
 Gaza- Sejak aksi massa The Great March of Return pada 30 Maret dilakukan, warga Gaza rutin menggelar aksi protes setiap Jumat di perbatasan Israel. Jumat (20/04/2018) menjadi pekan keempat dari rangkaian aksi itu.

Sejak dimulainya aksi, korban terus berjatuhan. Israel membalas aksi massa dengan timah panas. Laporan terbaru seperti dilansir Al Jazeera mengatakan, tiga warga Palestina kembali terluka.

Korban terdiri dari Ahmed Abu Akil dari Jabaliya dan dua orang lainnya ditembak di Jalur Gaza. Ketiga korban itu telah menambah jumlah korban luka mendekati angka seribu. Sementara korban tewas mencapai 35 jiwa.

Melihat kondusi perbatasan yang semakin memanas, Israel menyebarkan selebaran peringatan di Gaza untuk menjauhi perbatasan.

“IDF (Israel Defense Forces) telah dipersiapkan untuk semua skenario. Jauhi perbatasan dan jangan mencoba merusaknya,” mengutip selebaran yang disebarkan oleh pesawat Israel pagi ini di sepanjang perbatasan.

Setiap Jumat, warga di Jalur Gaza berkumpul, membakar ban dan melempari batu ke wilayah perbatasan. Protes massal itu untuk menyerukan hak pulang bagi pengungsi Palestina. Aksi ini diselenggarakan selama enam pekan setelah diawali dengan Land Day.

Land Day diperingati sebagai sejarah kelam bagi Palestina. Di mana enam warga Palestina ditembak mati oleh pasukan Israel setelah memprotes penyitaan pemerintah atas tanah Palestina pada 30 Maret 1976 dan aksi ini berakhir pada 15 Mei.

Sumber : Al Jazeera, kiblat

Tidak ada komentar