Header Ads

Ekonomi Syariah Terhambat Oleh Asing dan Aseng di Indonesia

banner ads
Pakar Ekonomi Syariah, Dr. Muhammad Syafi’i Antonio menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang menghambat berkembangnya perekonomian syariah di Indonesia. Di antaranya dominasi asing dan aseng.

“Umat Islam sebagai populasi terbesar di Indonesia, tetapi tidak sanggup menguasai aset negara,” ungkapnya dalam rilis yang diterima Kiblat.net, Sabtu (03/03/2018).
“Baik bank, industri, dan pasar kita ini kecil dan tidak memiliki peran,” imbuhnya.
Syafi’i mengisi Simposium Internasional Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Kawasan Timur-Tengah dan Afrika 2018 di Auditorium Allama Iqbal, Islamabad, Jum’at (02/03/2018). Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa aseng turut ikut campur dalam urusan politik nasional.

“Bahkan mengontrol lobi politik dengan kekuatan ekonomi yang dimiliki,” lanjut dia.
Presiden, kepala daerah, dan anggota parlemen dipilih secara langsung oleh masyarakat melalui proses demokrasi. Tapi kampanye yang dilakukan oleh kandidat kepala daerah membutuhkan dana yang tidak sedikit.

“Yang menjadi pertanyaan, siapa yang mampu menanggung biaya tersebut jika bukan para pengusaha-pengusaha aseng dengan kekuatan modal yang begitu besar?” sambungnya.

Syafi’i menilai umat Islam kurang dalam mengusai media. Menurutnya siapa yang mengontrol pasar, dia akan mengontrol media. Siapa yang mengontrol media, dia akan mampu menggiring opini publik. Siapa yang bisa menggiring opini publik, dia akan mengontrol politik dan proses demokrasi.

“Artinya, siapa yang ingin memenangi perpolitikan, maka dia harus menguasai pasar dan media,” ungkapnya.

Tidak ada komentar