Header Ads

Muhammad Jufri ditangkap densus 88 dalam keadaan sehat dan dipulangkan tewas

banner ads
, Lampung – Masih basah makam Muhammad Jefri (MJ) di TPU Kapuran, Kelurahan Pasarmadang, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung. Tidak ada yang membedakan antara makam MJ dengan makam-makam lainnya di TPU tersebut. Namun, kepulangan almarhum masih menyisakan misteri bagi keluarga dan publik.

Densus 88 menjadi kunci awal atas misteri tersebut. MJ diamankan oleh instansi kepolisian berlambangkan kepala burung hantu itu dalam keadaan sehat dan pulang dalam keadaan tak bernyawa. Kasus itu mengingatkan peristiwa sebelumnya di tahun 2016, tewasnya seorang aktivis masjid asal Klaten bernama Siyono yang meninggal di tangan Densus 88.
Aci adik kandung MJ mengatakan kedatangan jenazah dikawal oleh satu mobil patroli dan empat mobil rombongan jenazah dan kepolisian dari Jakarta menuju Lampung melalui jalur penyeberangan Merak-Bakauheni.

Setiba di rumah duka jenazah sudah dalam keadaan terkafani dengan rapi. Sehingga keluarga yang menunggu di rumah tak diperbolehkan untuk melihat terakhir kalinya kondisi jenazah MJ. Hal itu sangat disayangkan oleh keluarga.

“Pemakaman dikawal oleh kepolisian, sehingga berlangsung cepat. Tiba di rumah duka didoakan dan dishalatkan di mushala kemudian langsung dimakamkan,” ujar Aci, (nama sapaan akrab warga sekitar kepada adik kandung MJ) kepada Kiblat.net di rumah duka, Selasa, (13/02/2018).

Sementara itu bibi kandung MJ, Teh Piyok yang turut menyambut Kiblat.net mengatakan keluarga di Lampung mendapatkan info meninggalnya MJ melalui aparatur desa setempat. Setelah informasi itu sampai, keluarga bersama aparatur desa; ketua RT, lurah dan Kapolsek berangkat ke Jakarta untuk memastikan jenazah MJ.

“Setiba jenazah di rumah pukul 04.30, jenazah sudah terkafan rapi. Saat keluarga di rumah hendak melihat kondisi jenazah ada seorang warga yang memaksa untuk tidak dibuka ditakutkan membuat syok keluarga. Padahal kita ingin sekali memastikan terakhir kalinya,” ujarnya yang menduga pelarangan itu sudah dikondisikan aparat.

Akhirnya jenazah begitu cepat dimakamkan sekitar pukul 06.00 pagi. Teh Piyok sendiri menilai ada hal aneh dalam kematian keluarganya itu. Mengapa pemakaman berlangsung begitu cepat bahkan warga sekitar belum sempat bertakziyah.

“Mungkin polisinya terlihat lebih dari sepuluh tanpa berseragam itu lebih banyak ketimbang warga yang hadir dalam proses pemakaman. Ini kan aneh,” ujarnya.
Kiblat.net ingin sekali berbincang lebih jauh, namun pihak keluarga MJ belum ingin mengungkap semuanya. Sang adik kembali masuk ke rumah, perbincangan digantikan dengan Teh Piyok hingga kepulangan kiblat.net. Tampak yang paling terluka akan kepergian MJ adalah Aci, adik kandung MJ. Aci sendiri pun sudah berkeluarga dengan dikaruniai dua orang anak.
Reporter: Hafidz Syarif

Tidak ada komentar