Header Ads

128 anggota PBB menolak pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel

banner ads
Majelis Umum PBB telah dengan tegas mendukung sebuah resolusi yang secara efektif meminta Amerika Serikat untuk menarik pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Melalui mekanisme voting atau pemungutan suara dalam sesi khusus, Majelis Umum PBB yang beranggotakan 193 negara itu menentukan nasib resolusi yang yang mengecam keputusan Trump untuk membalikkan kebijakan Amerika Serikat selama beberapa dekade awal bulan ini.

Palestina menyerukan agar pertemuan tersebut digelar setelah Amerika Serikat memveto resolusi tersebut di Dewan Keamanan.

Resolusi tersebut mengatakan bahwa setiap keputusan mengenai status kota tersebut "batal demi hukum" dan harus dibatalkan. Resolusi yang tidak mengikat itu disetujui oleh 128 negara anggota PBB, dengan 35 suara abstain dan sembilan lainnya memilih untuk menentangnya.
Di antara 35 suara abstain itu adalah Kanada dan Meksiko dan sembilan negara yang menentang resolusi tersebut adalah Amerika Serikat, Israel, Guatemala, Honduras, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Nauru, Palau dan Togo. Selain itu ada 21 negara yang tidak mengajukan suara.

Pemungutan suara tersebut juga melibatkan empat anggota tetap Dewan Keamanan PBB lainnya yakni China, Prancis, Rusia dan Inggris.
Status Yerusalem sendiri diketahui merupakan jantung konflik Israel dan Palestina. Israel menduduki timur kota dalam perang Timur Tengah 1967 dan menganggap seluruh kota sebagai ibukota yang tak terpisahkan. Sementara itu Palestina menilai bahwa Yerusalem adalah ibukota abadi mereka. 


Sebelum pelaksanaan pemungutan suara di Majelis Umum PBB tersebut, Trump terlebih dahulu mengancam bahwa dia akan memotong bantuan keuangan ke negara-negara yang mendukung resolusi tersebut. [mel]

Tidak ada komentar