Header Ads

Surga punya harga

banner ads
Surga Punya Harga

  Alhamdulillahirobbil 'alamin, washolatu wassalamu 'ala rosulillah wa ala alihi washohbihi waman tabi'ahum bi ihsani ila yaumiddin.wa ba'du.
   Saudaraku...

       Setiap kita pasti menyukai perdagangan yang menguntungkan.Apalagi keuntungan yang berlipat ganda,pasti akan membuat kita senang dan bahagia.Sebagian orang berupaya mengikuti seminar, training, pelatihan atau apa saja teori yang bisa mendongkrak dan meningkatkan keuntungan perdagangan atau usaha dunia.Itu semua untuk kepentingan dunianya, tapi sayang seribu sayang....untuk masalah akhirat banyak manusia yang melalaikannya.Seakan tidak peduli, tidak butuh mempelajari, bahkan seakan akan tidak mau menggunakan akal dan pikirannya untuk meraih keuntungan akhiratnya.Demikianlah Alloh Ta'ala berfirman dalam Al Qur'an surat Ar Rum
يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

"Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai"                  Untuk urusan dunia seakan mau tahu sedetail detailnya, semua cabang pengetahuan ingin tahu,tapi untuk urusan akhirat banyak tidak paham, tidak mau belajar, banyak menyepelekan, padahal itu kunci kebahagiaan yang sesungguhnya.
  Bahkan Alloh Ta'ala menjadikan amal hamba juga sebagai transaksi perdagangan dengan Alloh Ta'ala.Amal perbuatan hamba adalah alat tukar untuk membeli barang dagangan Alloh.Barang dagangan Alloh adalah surga. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallambersabda
,أَلَا إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ غَالِيَةٌ أَلَا إِنَّ سِلْعَةَ اللهِ الْجَنَّةُ"
"Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah itu mahal. Ketahuilah, sesungguhnya barang dagangan Allah itu adalah surga." (HR. Al-Tirmidzi, beliau berkata: hadits hasan. Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami': 6222)
Sil'ah adalah barang yang ditawarkan dalam perdagangan. Sedangkan Allah 'Azza wa Jalla telah tawarkan surga kepada hamba-hamba-Nya agar mereka membelinya dengan jiwa dan harta mereka. Allah Ta'ala berfirman

ان للهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ"
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar." (QS. Al-Taubah: 111).
Al-'Imam ibnu Katsir berkata: "Allah Ta'ala mengabarkan bahwa Dia memberi ganti dari jiwa dan harta benda para hamba-Nya yang beriman dengan surga karena mereka telah rela mengorbankannya di jalan-Nya. ini merupakan karunia, kemuliaan dan kebaikan-Nya."
Oleh karenanya al-Hasan al-Bashri dan Qatadah mengatakan: "Allah telah membeli mereka, demi Allah, Dia menghargai mereka sangat mahal."Al-Hasan berkata lagi, "Dengarkan jual-beli yang menguntungkan yang telah Allah ajak setiap mukmin melakukan jual-beli ini." Dalam perkataan beliau yang lain, "Sesungguhnya Allah telah memberikan dunia kepadamu maka belilah surga dengan sebagiannya." (Dinukil dari tafsir al-Baghawi). Allah 'Azza wa Jalla telah menawarkan surga kepada hamba-hamba-Nya agar mereka membelinya dengan jiwa dan harta mereka. Apa yang harus diberikan oleh seorang mukmin agar dapat surga???
   Allah Ta'ala berfirman lagi tentang jual beli yang menguntungkan ini
,يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ  تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ"
"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar." (QS. Al-Shaff: 10-12).
     Saudaraku, Alloh Ta'ala juga berfirman tentang perniagaan yang senantiasa menguntungkan, perniagaan yang tidak akan merugi, sebagaimana diAlQur'an surat Fathir ayat 29:
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ

"Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi".
Sungguh! ,hanya bagi pelaku bisnis yang cerdas saja yang    mau bersungguh-sungguh menjalani perniagaan ini, yang punya ambisi yang besar untuk meraih keuntungan terbesar,yang punya daya beli dan selera yang tinggi, sehingga rela meninggalkan hal-hal yang rendah kalau itu menghalangi dan menghambat meraih keuntungan yang hakiki ini.   Al Hakim meriwayatkan dalam Mustadraknya no
2421 dari hadits Basyir bin al-Khashashiyyah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Aku pernah mendatangi RasulullahShallallahu 'Alaihi Wasallam untuk berbai'at masuk Islam. Maka beliau mensyaratkan kepadaku:تَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَتُصَلِّي الْخَمْسَ ، وَتَصُوْمُ رَمَضَانَ وَتُؤَدِّي الزَّكَاةَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ وَتُجَاهِدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ"Engkau bersaksi  tiada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, engkau shalat lima waktu, berpuasa Ramadhan, mengeluarkan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berjihad di jalan Allah."Dia melanjutkan, "Aku berkata: 'Wahai Rasulullah, ada dua yang aku tidak mampu; Yaitu zakat karena aku tidak memiliki sesuatu kecuali sepuluh dzaud (sepuluh ekor unta) yang merupakan titipan dan kendaraan bagi keluargaku. Sedangkan jihad, orang-orang yakin bahwa yang lari (ketika perang) maka akan mendapat kemurkaan dari Allah, sedangkan aku takut jika ikut perang lalu aku takut mati dan ingin (menyelamatkan) diriku."Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menggenggam tangannya lalu menggerak-gerakkannya. Lalu bersabda,
لَا صَدَقَةَ وَلَا جِهَادَ فَب
ِمَ تَدْخُلُ الْجَنَّةَ ؟"
Tidak shadaqah dan tidak jihad? Dengan apa engkau masuk surga?"Basyir berkata, "Lalu aku berkata kepada Rasulullah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, aku berbaiat kepadamu, maka baitlah aku atas semua itu." (Imam al-Hakim berkata: Hadits shahih. Al-Dzahabi menyepakatinya.
Saudaraku...
Surga itu mahal, harus kita beli dengan kesungguhan untuk taqorub kepada Alloh Ta'ala dengan ketundukan dalam ketaatan dan keikhlasan dalam beramal sholih.Barangsiapa yang bersungguh sungguh maka akan dimudahkan.Sebagaimana Alloh berfirman
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik".
   Ibnul Qoyyim memberi penjelasan ayat ini"dalam ayat ini Alloh menggandengkan hidayah dariNya dengan perjuangan dan kesungguhan manusia, maka orang yang paling besar hidayahnya adalah orang yang paling besar kesungguhan dan perjuangannya".
    Saudaraku...ini adalah perniagaan akhirat dan itu perniagaan dunia, mana yang engkau pilih??? Hidup  yang kita jalani ini pada hakekatnya adalah pertaruhan diri, ada yang membinasakan dirinya ,dengan menjualnya kepada syaithon dan kepada hawa nafsunya sehingga membenamkan dalam kebinasaan hakiki adapula yang membebaskan dirinya sehingga selamat hingga akhirat dengan menetapi ketaatan pada Alloh Subhanahu Wata'ala.
    Saudaraku...surga itu mahal...hanya bagi pembeli yg berselera tinggi...hanya bagi yang punya daya beli tinggi...hanya bagi yang punya kesungguhan...hanya bagi yang mendapat rahmat Alloh Ta'ala.
  Ya Alloh ,jangan Engkau jadikan dunya sebagai target utama kami dan puncak pengetahuan kami.
  Saudaraku, telah ada contoh dari para pendahulu kita,nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wassalam, para shohabat Rodhiallohu anhum, mereka tlah membeli akhirat dengan dunia mereka, mereka tundukkan kecintaan hawa nafsu demi perniagaan ini, perniagaan yang pasti menguntungkan dan tak kan pernah merugi.Lihatlah Suhaib Arrumy, dia relakan semua perbendaharaan dunianya demi hijrah ,demi kecintaan pada Alloh dan Rosululloh sholallohu 'alaihi wassalam.Maka benarlah Rosululloh bersabda"Wahai Abu Yahya, sungguh beruntung perdaganganmu"
   Semoga saya dan kalian wahai saudaraku yang membaca tulisan ini, menjadi hamba Alloh yang bertaqwa, yang diberi taufiq untuk bersungguh sungguh melakukan perdagangan yang tidak akan merugi, yaitu perdagangan akhirat.Meski kita sadari betapa lemah dan dzolimnya kita, tapi Robb kita Maha Pengasih dan Penyayang, Maha Lembut,Maha menolong hambaNya.Sesungguhnya Dia Maha mendengar,  Maha Dekat dan Mengabulkan Doa.
   washolallohu wassalama 'ala muhammadin wa alihi washohbihi ajma'in

maroji':
-Al Qur'anul karim
-ceramah Ustadz Abdulloh Taslim
-Tafsir Ibnu Katsir

No comments