Header Ads

9 imigran Cina pembangun rumah subsidi di Wonogiri di amankan ke kantor imigrasi

banner ads
Sembilan Warga Negara Asing (WNA) yang kedapatan bekerja di salah sebuah proyek pembangunan perumahan di Desa Bulusulur. Kecamatan Wonogiri. Senin (20/11) petugas Imigrasi Surakarta bersama TNI, Polri dan Kejaksaan,  mendatangi tempat kontrakan mereka di di Dusun Mundu RT2 RW 4 Desa Purworejo,  Kecamatan Wonogiri Kota dan mengangkutnya ke Kantor Imigrasi komplit beserta paspor yang dibawa kesembilan warga Cina tersebut.

Sigit Wahyuniarto,  Kasi  Pengawasan Penindakan Keimigrasian (Wasdakim) Kantor Imigrasi Surakarta, ketka ditemui Wawasan di Dusun Mundu, menuturkan para tenaga asing tersebut masuk tidak melalui mekanisme yang benar. ‘’Menurut paspor yang dibawa, dia masuk ke Indonesia tanggal 3 November 2017 dan di Indonesia selama 60 hari, dengan visa bisnis.

Kalau sampai bekerja di sini (proyek perumahan) mestinya lapor terlebih dahulu ke dinas instansi terkait. Sedangkan kesembilan orang itu belum ada yang melapor. Kita tahu keberadaan mereka atas laporan dari masyarakat,’’ katanya sembari menuturkan, pihaknya mengangkut mereka ke Kantor Imigrasi.

Di tempat yang sama, Fatkhurohman Nugroho, Direktur PT Turonggo Karya Internasional menjelaskan, perusahaan yang dipimpinnya telah menjalin kerjasama dengan pihak asing, khususnya Cina. ‘’Kita memang perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA). Dalam proyek ini kita men-support finansial. Sedangkan pengerjaannya digarap oleh pengusaha lokal, yakni PT Findo,’’ kata Fatkhurohman.

Dijelaskan,  PT Findo menggarap proyek perumahan subsidi yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu. Di Wonogiri PT Findo rencananya membangun 142 unit perumahan di atas tanah seluas 14.900 m2. ‘’Untuk merealisasi proyek tersebut dibutuhkan dana Rp 17.672.075.000. Karena PT Findo kekurangan modal, kami men-support pendanaannya,’’ jelasnya.

Karena keuntungan program rumah murah sangat  minim, lanjutnya, pihaknya mendatangkan tim survei dari Cina, untuk nantinya bisa menyuplai barang-barang lebih murah, sehingga proyek bisa jalan. ‘’Kesembilan warga Cina tersebut datang ke sini bukan kami yang membiayai, namun dari pabrikan barang-barang bangunan yang nantinya akan menyuplai ke proyek ini. Jadi mereka itu bukan tenaga kerja kami,’’ ungkap Fatkhur, sembari mengakui kalau pihaknya belum melaporkan keberadaan sembilan warga asing tersebut ke dinas instansi yang berwenang.

‘’Kesalahan ini semata karena ketidaktahuan kami. Saya kira, dengan paspor itu sudah cukup. Tak tahunya harus ada prosedur yang harus dilalui. Dan kami siap untuk melengkapinya,’’ pungkas Fatkhur.

Wawasan.co

No comments