Header Ads

MUI sampaikan sikap tegas terkait Perppu ormas karena bisa timbul kegaduhan dan keresahan

banner ads
Manjaniq.com - Dewan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan sikap terkait munculnya Perppu nomor 2 tahun 2017 tentang organisasi kemasyarakatan (ormas). Menurut Wakil Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Zainal Arifin Hossein, penerapan Perppu Ormas harus hari-hati.

“MUI berpesan agar penerapan Perppu hendaknya dilakukan dengan hati-hati dan selektif melalui pertimbangan yang sangat matang dan konprehensif. Sangat matang dan tidak tergesa-gesa,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi II DPR, di Gedung DPR RI pada Kamis (19/10/2017).

“Serta menghindarkan diri dari timbulnya kerasahan dan kegaduhan yang luar biasa di kalangan masyarakat. Terutama umat beragama,” sambungnya.

Ia juga menegaskan bahwa MUI mempercayakan masa depan dan status Perppu ini kepada mekanisme politik dan hukum yang telah disediakan oleh konstitusi. Yaitu dengan mempersilahkan DPR membahas dan mengambil putusan apakah menerima atau menolaknya.

“(MUI) menyerahkan kepada Mahmakah Konstitusi untuk memeriksa, mengadili dan memutus permohonan yang melakukan pengujian perppu dengan seadil-adilnya,” tegasnya.

Selain itu, MUI juga meminta kepada DPR dan Mahkamah Konstitusi untuk mengacu pada kepentingan bangsa dan negara serta aspirasi umat beragama bedasarkan konsitusi dalam memutuskan nasib Perppu Ormas.

“MUI menekankan kepada DPR RI dan MK RI untuk memiutuskan hal ini dengan kehati-hatian, pertimbangan yang matang, dan kebijaksanaan,” ujar Zainal.

Sumber kiblat

Tidak ada komentar