Header Ads

TNI AU Berikan Klarifikasi soal Penyelundupan 5000 Senjata

banner ads
Manjaniq.com - TNI AU melalui pers rilis melakukan konfirmasi terkait dengan mention di akun resmi miliknya terkait pernyataan Panglima TNI tentang 5000 pucuk senjata. Pasalnya, konten cuitan tersebut membuat beberapa kalangan netizen salah penafsiran.

Dalam pers rilisnya Marsma TNI, Jemi Trisonjaya selaku Kadispen TNI AU memberikan klarifikasi atas tweet akun twitter @_TNIAU yang dianggap kontroversial itu.

“Pernyataan admin yang berkaitan dengan pernyataan Panglima TNI tentang penyelundupan 5000 senjata tidak ada keterkaitan dengan substansi pernyataan dari beliau. Tetapi ingin mengajak masyarakat tidak mudah melemparkan HOAX paki kepada atau mengatasnamakan perorangan maupun kelompok selama data-data atau faktanya belum ada,”tulisnya dalam pers rilis yang diterima kiblat.net (25/09).

Tidak hanya itu Jemi pun meluruskan pernyataan dalam postingan TNI AU yang dianggap kontroversial tersebut.

“Sehubungan dengan beredarnya dugaan rekaman pernyataan Panglima TNI oleh radio Elshinta, admin TNI AU tidak menyanggah kebenaran isi pernyataan dari Panglima TNI selama itu memang benar pernyataannya. Dan juga mendapat izin dari beliau atau puspen TNI, karena Organisasi TNI jalur komandonya adalah tegak lurus, sehingga masyarakat jangan menginterpretasikan ke arah lain dari pernyataan admin di Twitter,”ujar Jemy.

“Sehubungan dengan twitter TNI AU dalam mentionnya, seolah –olah penyanggah pernyataan panglima TNI waktu silaturahmi dengan para purnawirawan TNI. Saya katakan bahwa pernyataan Admin TNI AU menyanggah pernyataan Panglima TNI, itu tidak benar,”lanjutnya.

Sebelumnya, dalam cuitannya pada Sabtu (23/09), TNI AU mempertanyakan kebenaran pernyataan Gatot Nurmantyo yang belakangan beredar di media sosial.

“Lima ribu pucuk itu banyak lho, gimana cara ngumpetinnya. Dan apakah pernyataan Panglima itu memang benar? Karena dari @puspen_tni belum ada keterangan,”cuit akun @_TNIAU.

Gatot Nurmantyo, Panglima TNI menyampaikan sebuah informasi adanya institusi diluar militer yang mengatasnamakan presiden dalam penyelundupan 5000 pucuk senjata. Hal ini disampaikannya dalam silaturahmi yang dihadiri oleh para purnawirawan TNI di Mabes TNI Cilangkap.

“Ada kelompok institusi yang akan membeli 5000 pucuk senjata, bukan militer, ada itu. Ada yang memaksa, ada yang mempidanakan untuk apa? Ada! Dan rata-rata intelijen kami akurat,” ujar Gatot.

sumber : kiblat

Tidak ada komentar