Header Ads

Inilah Taktik terkini pasukan elit Taliban yang di takuti Amerika

banner ads
Manjaniq.com - Dalam video terbarunya, Imarah Islam Taliban mempublikasikan aksi pejuang-pejuang mereka meng-ambush konvoi logistik  musuh di bagian timur provinsi Wardak. Beberapa bagian ditampilkan secara detil operasi militer di siang bolong itu yang menghancurkan banyak kendaraan militer Afghan. Anehnya, meskipun terlihat ada dua helikopter Blackhawk terbang di dekat lokasi, tidak ada upaya kontra-serangan maupun bantuan pertahanan dari udara sehingga pejuang-pejuang Taliban dengan mudah mengontrol pertempuran.
Epik “Kabilah Para Pejuang 13”

Video propaganda bertajuk “Kabilah Para Pejuang 13” ini dirilis pada hari Senin (28/08), dan diproduksi oleh Studio Mambaul Jihad, sebuah sayap media milik Jaringan Haqqani. Jaringan Haqqani dikenal sebagai sebuah entitas jihadis sub-group Taliban yang juga terkait dengan al-Qaidah. Dalam bagian narasi suara dikatakan bahwa Studio Mambaul Jihad adalah sayap media resmi Imarah Islam Afghanistan di bawah Komisi Urusan Budaya, seksi Audio Visual.
Video diawali dengan percakapan panjang dua pejuang Taliban yang mengenakan penutup wajah. Mereka mendiskusikan taktik ambush yang sebentar lagi akan mereka lakukan untuk mencegat konvoi musuh. Salah satu pejuang terlihat mengenakan kostum hitam bertuliskan “Unit Serbu Cepat – Pasukan Khusus”, lengkap dengan logo Taliban di bagian depan.

Setelah bagian dialog taktis kemudian bersambung ke adegan “live” operasi ambush dengan target konvoi logistik militer Afghan di sebuah jalan di distrik Sayyadabad, propinsi Wardak. Meskipun tidak ada tanggal saat pengambilan gambar, operasi ambush ini kemungkinan besar terjadi pada musim semi atau musim panas terakhir beberapa bulan yang lalu.

Déjà vu  Sayyadabad

Distrik Sayyadabad adalah lokasi dimana pejuang-pejuang Taliban berhasil menembak jatuh helikopter AS jenis Chinook pada bulan Agustus 2011. Pada insiden “Black Chinook Down” itu, 31 anggota pasukan khusus gabungan AS dan Afghan meregang nyawa, termasuk di dalamnya ada 1 tim pasukan elit Angkatan Laut AS, yaitu Navy SEAL. Sejumlah pihak menilai Sayyadabad berada di bawah kontrol Taliban, dan insiden “Black Chinook Down” tahun 2011 lalu memperkuat analisa itu.

Puluhan pejuang Taliban terlihat sedang menggelar pertemuan terbuka di dekat desa itu pada  siang hari. Bisa dipastikan bahwa area ini dikuasai penuh oleh Taliban karena lokasi ambush yang terbaru ini juga merupakan lokasi yang sama dengan operasi ambush sebelumnya. Pun bagian ruas jalan yang dijadikan “killing zone” juga persis dengan operasi terdahulu yang masih menyisakan bekas-bekas truk tangki yang terbakar di bahu jalan.

Sebelum ambush dimulai, pejuang Taliban yang mendokumentasikan jalannya pertempuran berhasil merekam dua helikopter Blackhawk Amerika saat terbang di atas konvoi. Di bagian lain, puluhan pejuang lainnya yang tengah berkumpul di tempat terbuka seolah tidak terpengaruh oleh kehadiran heli tempur “BlackhawkDown”. Tak lama kemudian, pertempuran pun pecah dan terjadi kontak senjata antara dua pasukan. Anehnya, helikopter Blackhawk yang merupakan helikopter tempur itu tidak melepas tembakan sama sekali ke arah pasukan yang meng-ambush.

Prinsip Kekuatan Kecil Yang Efektif

Taktik yang digunakan Taliban dalam operasi ambush kali ini tergolong “minimalis”, namun hasilnya sangat efektif. Senjata yang digunakan “hanya” senapan serbu biasa dipadu dengan senapan mesin dengan mengambil posisi tembak yang berbeda-beda. Bom-bom improvisasi IEDs, RPG, maupun senjata berat lainnya yang biasa tampil dalam serangan terkoordinasi, kali ini tidak terlihat digunakan untuk meng-ambush konvoi. Meski tersedia beberapa bangunan tinggi yang menyediakan posisi tembak yang menguntungkan, pasukan Taliban cukup mengambil posisi level tanah. Hal ini mengindikasikan sebuah rencana amaliyat yang sangat terukur dan dieksekusikan oleh para pelaku yang terlatih dan berpengalaman.

Walau mengerahkan kekuatan minimalis, Taliban mampu menghancurkan sejumlah besar kendaraan militer dalam operasi ambush tersebut. Yang pertama dibidik adalah truk tangki BBM hingga terbakar yang kemudian menjalar dan menginisiasi serangan ke sejumlah kendaraan lainnya. Pada bagian akhir tayangan, zoom diarahkan ke kendaraan-kendaraan militer Afghan yang telah hancur dengan kobaran api dan asap yang membumbung tinggi di sepanjang jalan. Sementara itu, pejuang-pejuang Taliban terlihat berjalan santai undur diri meninggalkan lokasi serangan dengan perasaan puas.

Kesimpulan

Anatomi amaliyat Taliban pada video terbaru ini sekali lagi mengungkap adanya masalah besar di dalam tubuh militer Afghan, termasuk di internal pasukan koalisi asing pimpinan AS di seluruh wilayah Afghanistan. Taliban dengan gagah memperlihatkan kapasitas tempur mereka dalam mempecundangi pasukan nasional Afghan tanpa rasa takut akan serangan udara lawan. Demikian juga, untuk kesekian kalinya Taliban dengan mudah melakukan serangan ke markas-markas militer & pusat distrik yang setelah itu dengan leluasa menduduki area musuh yang telah ditaklukkan selama hampir seharian, termasuk tentu saja menguras habis senjata, amunisi, dan aset-aset musuh lainnya sebagai ghanimah. Semua “reality show” itu berlangsung dengan aman tanpa ada perlawanan.
      
Sumber: Long War Journal, Kiblat

Tidak ada komentar