Header Ads

Menjadi Orang Sholeh Tapi Hanya Alloh Yang Tau

banner ads
Mereka Orang Asing yang Shalih, Bertaqwa dan Tak Dikenal

Oleh : Syeikh Abdullah Yusuf Azzam rahimahullah

MANJANIQ.COM – Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad bin Abdullah, kepada keluarganya, para sahabatnya dan kepada siapa saja yang mengikutinya.

Ketika saya berbicara tentang sabar, maka terlintas dalam benak saya, bayangan saudaraku yang tercinta Asy Syahid Su’ud Al Bashri, Sa’ad Ar Rusyud, yang datang ke sini selama enam belas bulan. Dia kelilingi negeri Afghanistan seluruhnya. Siap di atas punggung kudanya manakala dia dengar suara yang menakutkan dari musuh, maka dia terbang mendatanginya, mencari maut di jalan Allah yang menjadi idamannya.

Pernah saya katakan padanya : “Ya Su’ud, bagaimana jika kami datangkan keluargamu ke sini?” Dia menjawab : “Jangan, Biarkan mereka berjihad dengan kesabarannya atas perpisahan kami”.

Pernah dia bercerita kepadaku : “Aku telah lupa dengan wajah tiga orang putriku. Suatu malam aku bermimpi, salah seorang putriku mencandaiku. Maka hatiku sangat rindu sekali kepadanya. Lalu aku terbangun dalam keadaan sangat terkejut. Tak berapa lama, aku sadar bahwa itu adalah mimpi dari syetan, yang menginginkan aku kembali pulang dengan kerinduanku kepada salah seorang putriku. Lalu aku meludah ke samping kiri tiga kali kemudian aku tidur kembali”.

Suatu saat saya menawarkan kepadanya, “Hai Su’ud, maukah engkau pergi ke Juzjan?” Dia menjawab, “Terserah padamu. Jika kamu pandang aku perlu pergi ke sana, maka aku akan ikut perintahmu”. Maka Su’ud pun pergi dan kemudian menghilang selama enam bulan di tengan padang salju di wilayah utara sepanjang tepi sungai Amujihon.

Sungguh saya sangat heran sekali terhadap mereka. Terhadap adab mereka, pendidikan mereka, kesabaran mereka, ketaatan mereka. Padahal mereka belum lama berkecimpung dalam Jama’ah Islamiyah, padahal mereka belum lama mendapat gemblengan dari murrabi. Akan tetapi karena keikhlasan, yang menjadikan Allah mengalirkan berbagai kenikmatan atas hati dan melimpah budi pekerti yang utama atas anggota badan.

Percayalah wahai saudara-saudaraku, manakala saya berbicara tentang pemuda tadi, maka saya merasakan kerendahan, kekerdilan, dan kekecilan diri saya di hadapannya. Dia telah berpulang ke hadapan Rabbnya dengan diam-diam. Datang sebagai orang asing, hidup dalam keadaan asing dan pergi dalam keadaan asing pula. Dan alangkah bahagianya orang-orang asing itu. Yakni mereka yang tidak dikenal, bertakwa, berbudi baik. Jika mereka hadir, maka orang-orang tidak ada yang mengenalnya. Jika mereka tak ada, maka orang-orang tidak mencarinya.

Banyak yang tidak mengenal mereka, dan banyak yang tidak peduli dengan mereka. Sampai sekarang, saya yakin bahwa diantara kalian ada yang tak mengenal wajah Su’ud, ‘Abdul Wahhab, Abu Hamzah atau Abu ‘Utsman. Jika para pemuda yang tinggal di Maktab Khidmat tidak mengenal mereka maka Rabbnya mengenal mereka. Sebagaimana ucapan ‘Umar ra, “Jika ‘Umar tidak mengenal mereka, maka Rabbnya ‘Umar mengenal mereka”.

Mereka telah pergi menemui Allah, namun Allah tidak membiarkan mereka pergi tanpa memperlihatkan kepada kita karamah-karamah mereka, bahkan sampai sesudah kematian mereka.

Abu Dawud bercerita kepadaku bahwa dia melihat dengan mata kepala sendiri, pada Selasa malam, sebuah cahaya naik dari kubur mereka ke langit. Cahaya tersebut kembali dalam bentuk busur ke kubur mereka, kemudian kembali begini (seraya mengisyaratkan dengan tangannya). Cahaya di dunia dan cahaya di alam barzakh, dan cahaya —Insya Allah— di atas shirath. Dan mereka itu tidak akan terhalang bi idznillah.

Kita mohon kepada Allah semoga mereka tidak terhalang melihat cahaya Rabb mereka di Jannatul Firdaus yang tinggi, dimana kepada mereka Allah mengucapkan : “Salaamun qaulan min rabbir rahiim”. (QS. Yasin : 58).

Wahai saudara-saudaraku..

Sabar, bersabar di atas jalan ini, memudahkan kawan, mencintai sahabat. Sabar dalam menghadapi kesulitan, sabar terhadap ikhwan, sabar terhadap perintah amir, sabar terhadap makanan, sabar dalam jihad, sabar menghadapi hawa panas, sabar menghadapi hawa dingin, sabar berada jauh dari keluarga dan orang-orang yang dicintai. Inilah jalan yang sebenarnya. Maka bersabarlah kalian sehingga kalian berjumpa dengan Rasul kalian, Muhammad SAW di al haudh.

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”. (QS. Ali Imran : 200)

Ketahuilah olehmu, bahwa Allah memberikan ucapan shalawat dan salam kepada Nabi-Nya sejak dahulu. Dan Allah berfirman memerintahkan orang-orang beriman agar mengucapkan shalawat dan salam kepada Nabi-Nya, sebagai pengingat dan pengajaran bagi kalian, dan sebagai pemuliaan dan penghormatan bagi kedudukan Nabi-Nya.

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. (QS. Al Ahzab : 56)

Labbaika! Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah!

“Ya Allah, limpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau beri rahmat Nabi Ibrahim dan keluarganya, dan limpahkan berkah kepada Nabi Muhammad beserta keluarganya, sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam semesta ini Engkaulah yang Maha terpuji dan maha Mulia.

Ya Allah, ridhailah para sahabat, para tabi’in dan tabi’i tabi’in dengan penuh kebaikan sampai hari kiamat.

Ya Allah, karunikanlah kekuasaan bagi orang-orang beriman di muka bumi, ya Allah karuniakanlah kekuasaan bagi orang-orang yang beriman, ya Allah karuniakanlah kekuasaan bagi orang-orang beriman di muka bumi.

Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu Jannatul Firdaus yang paling tinggi.

Ya Allah, bantulah kami agar selalu dapat mengingat-Mu

Mensyukuri-Mu dan memperbaiki ibadah kepada-Mu

Ya Allah, hidupkanlah kami sebagai orang-orang yang berbahagia, dan matikanlah kami sebagai para syuhada’ , dan kumpulkan kami bersama rombongan Muhammad SAW.

Ya Allah, perbaikilah dien kami dimana dien kami itu merupakan pelindung seluruh urusan kami dan perbaikilah dunia kami, dimana dunia kami itu merupakan tempat penghidupan kami dan perbaikilah akhirat kami, yang menjadi tempat kembali kami. Jadikanlah hidup ini sebagai penambah segala kebaikan, dan jadikanlah kematian itu sebagai tempat istirahat kami dari segala macam kejahatan, dan akhirilah hidup kami dengan khusnul khatimah.

Ya Allah, berilah pertolongan mujahidin Afghan dan persatukan hati mereka dan perbaikilah hubungan antar mereka, dan tunjukilah mereka kepada jalan keselamatan.

Ya Allah, berilah pertolongan mujahidin di Afghanistan, di Palestina, di Lebanon, di Philipina, di Suria, di Yaman, di Bosnia, dan di semua tempat.

Shalawat serta salam mudah-mudahan dilimpahkan kepada junjungan kita Muhammad SAW beserta keluarga dan sahabatnya.

Wahai hamba-hamba Allah!!

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu daoat mengambil pelajaran”. (QS. An Nahl : 90)

Ingatlah kamu selalu kepada Allah, pasti Dia akan mengingatmu dan mintalah ampunan kepadaNya, pasti Dia akan memberikan ampunan kepadamu.

(Selesai Tarbiyah Jihadiyah, Buku 1)

Rep: Muhammad Ishaq
Editor: Muhammad Ishaq

Tidak ada komentar