Header Ads

Mahkamah Agung AS Setujui Kebijakan Pelarangan Muslim Masuk Ke Negara Amerika

banner ads
Manjaniq.com Washington – Kebijakan pelarangan imigran atau pendatang dari sejumlah negara mayoritas Muslim untuk masuk AS mendapat persetujuan dari Mahkamah Agung.

Meski tidak membatasi secara keseluruhan, kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden Donald Trump tersebut mengharuskan adanya hubungan bisnis atau keluarga dekat bagi mereka yang ingin masuk AS.

Keputusan ini diizinkan oleh Mahkamah Agung pada Senin (26/06), yang melarang warga dari enam negara; Iran, Libya, Somalia, Sudan, Suriah dan Yaman untuk bepergian ke AS setidaknya selama 90 hari sebelum ditetapkan secara penuh.

Pedoman baru ini kemudian ikirim ke kedutaan dan konsulat pada Rabu, yang mewajibkan mereka yang ingin memasuki AS dari negara-negara tersebut untuk membuktikan hubungan dengan orang tua, pasangan, anak, putra atau putri dewasa, menantu laki-laki, menantu atau saudara kandung di AS.

Kakek-nenek, cucu, bibi, paman, keponakan, keponakan, sepupu, saudara laki-laki-ipar dan ipar perempuan, tunangan dan anggota keluarga besar lainnya tidak akan dianggap sebagai hubungan dekat.

Mereka yang bisa membuktikan hubungan keluarga tersebut atau memegang visa AS yang valid tidak akan dilarang masuk AS.

Larangan perjalanan yang direvisi sejak dikeluarkan pada tanggal 6 Maret ini merupakan versi modifikasi dari yang diterapkan pada bulan Januari. Larangan itu telah menuai banyak kecaman dan kritik, termasuk oleh beberapa pengadilan yang lebih rendah.


Sumber: World Bulletin, kiblat

Tidak ada komentar