Header Ads

naik gunung camping bisa Ditangkap dengan UU Terorisme

banner ads
Manjaniq.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menilai perlunya segera merevisi Undang-Undang Anti Terorisme. Pandangan ini ia sampaikan dalam acara talkshow “Rosi” yang tayang pada Kompas TV,  Kamis (26/5/2017) malam.


Tito juga menjelaskan hal-hal yang belum diatur dalam UU Anti-Terorisme meliputi penindakan pencegahan dan deradikalisasi.

“Khusus untuk penindakan ada hal yang harus diperkuat, yaitu mengkriminalisasi perbuatan-perbuatan awal sebelum terjadinya terorisme” jawab Tito

Dalam penjelasanya Tito memberikan contoh i’dad nantinya termasuk tindakan kriminal.

“I’dad itu adalah pelatihan, tidak ada jihad tanpa i’dad. Pelatihan ini tadinya mereka bersenjata ditangkaplah yang di Aceh. Nah sekarang mereka pintar, latihannya naik gunung camping menggunakan airsoft gun, pistol kayu. Hukum nya apa?” tanya Tito, karena undang-undang sekarang belum mengatur.

“Tujuan mereka sebetulnya adalah melakukan i’dad untuk persiapan operasi terorisme. Mesti dikriminalisasi” tegasnya.

Lebih lanjut Tito memberi contoh lain jika revisi UU anti terorisme selesai, kepolisian bisa membuat daftar organisasi-organisasi yang masuk kategori kelompok terorisme dan bagi siapa saja yang bergabung dalam organisasi tersebut sudah bisa diproses hukum.

“Misalnya Jamaah Ansharut Daulah ditetapkan sebagai organisasi terorisme, sehingga semua dikriminalisasi perbuatan siapapun yang bergabung atau mendukung JAD. Jadi bergabung saja kita bisa tangkap dan proses hukum”. Katanya

Sebagaimana telah diketahui seusai insiden bom Kampung Melayu, Presiden Joko Widodo juga mendesak pembahasan revisi Undang-Undang Anti-Terorisme segera diselesaikan. UU Anti-Terorisme nantinya diharapkan memudahkan penegak hukum dalam bertindak dan melakukan upaya pencegahan.

Sumber : jurnalislam

Tidak ada komentar