Header Ads

Hargai Tokoh Muslim, Pejabat Komunis Dipecat

banner ads
MANJANIQ.COM,  Xinjiang – Seorang pejabat Partai Komunis Cina di wilayah minoritas Muslim Xinjiang dihukum hanya karena menghargai seorang tokoh Muslim. Dia dianggap tunduk kepada “agama militan”.

Hal itu menimpa Jalil Matneaz, pejabat Partai Komunis lokal di wilayah yang dihuni etnis Uinghur itu. Seperti dilansir portal arabi21.com dari sejumlah korban lokal pada Selasa (11/04), kesalahan Matneaz hanya menahan diri dari merokok di depan seorang tokoh Muslim.

Menurut Pihak berwenang setempat, yang dilakukan Matneaz menunjukkan kelemahan posisi politik di depan tokoh Muslim. Dia dianggap tidak memegang teguh ajaran komunisnya.

“Yang dilakukan Jalil di depan tokoh agama melihatkan kelemahan komitmennya memegang ajaran komunis,” kata pejabat lokal kepada koran Global Times.

Dia menambahkan, merokok adalah keputusan pribadi. Harusnya, tokoh agama layaknya warga lainnya. Dengan menahan tidak merokok di hadapan mereka sama saja merendahkan diri.

Akibat “kesalahannya” itu, pria etnis Uighur namun mendukung pemerintah itu dipecat dari jabatannya. Kini, dia kembali menjadi karyawan swasta.

Perlu diketahui, pemerintah Cina yang dipegang partai komunis mengekang segala bentuk ajaran agama, terutama Islam. Simbol-simbol agama dilarang. Peraturan-peraturan pemerintah dibuat untuk membatasi agama.

Peraturan terbaru bulan lalu disahkan oleh pemerintah lokal Xinjiang. Jenggot dan jilbab dianggap berbahaya.

Sumber: Arabi21.com,  kiblat 

Tidak ada komentar