Header Ads

Fiqih Prioritas Dalam Beramal Islam 'Majalah An Najah'

banner ads
Fiqih Prioritas Dalam Beramal Islam


Majalah An-najah Fikih Prioritas

Surakarta – Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Surakarta, Jawa Tengah melaksanakan Kajian keislaman dengan tema “Fiqih Aulawiyat Dalam Beramal”. Kajian ini disampaikan Ustad Mas’ud Izzul Mujahid Lc. Selaku Pimpinan Redaksi Majalah Islam An-Najah. Acara dilaksanakan di Gedung Islamic Center Pabelan Surakarta, selasa (31/3) berlangsung sukses.

Mas’ud selaku pemateri mengatakan pada dasarnya istilah Fikih Prioritas atau dalam bahasa Arabnya Fiqhu Aulawiyyat belum populer pada zaman salaf, istilah itu baru dipopulerkan kembali oleh ulama kontemporer DR. Yusuf al-Qorhadhawi lewat bukunya Fiqu Aulawiyyat. Kendati istilah ini tidak populer di zaman salaf bukan berarti istilah ini merupakan istilah bid’ah dan tidak boleh dipakai, justru istilah tersebut sesuai dengan ruh maqhashid syari’ah dan telah dipraktekkan oleh para Nabi dan Rasul.

Da’I dari Surakarta ini menjelaskan fikih Aulawiyat adalah mengetahui hukum-hukum syar’i, mana yang sepantasnya didahulukan dari yang lainnya, yang dilandaskan pada pemahaman terhadap tingkatan-tingkatannya, sesuai waqi’(kondisi lapangan) yang menuntutnya.

Ia menambahkan dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa seseorang yang dikatakan sebagai orang yang memahami fikih prioritas adalah orang yang memiliki tigi unsur dalam dirinya:

Pertama, memahami hukum syar’i dan skala prioritasnya. Contohnya adalah memulai dari yang penting dari yang tidak penting, dan dari yang qath’i(baku) terhadap yang zhanni (nisbi).

Kedua, memahami formula dan kaidah tarjih suatu hukum atas hukum lainnya, saat terjadi kontadiksi ataupun sebaliknya.

Ketiga, memahami waqi’ kenyataan dan kondisi di lapangan) wilayah harkah seorang da’i.

Ustad yang lahir di Bima ini menegaskan bahwa para aktivis Islam memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk memahami fikih prioritas dalam beramal, terlebih jika berhubungan dengan amal jama’i.

“Dengan mengetahui fikih prioritas, seorang aktivis tidak akan terjebak dalam dalam amal yang utama dengan meninggalkan amal yang lebih utama” ungkapnya saat memberikan kajian.

Beliau juga menyatakan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan adanya perpecahan di antara tubuh aktivis Islam adalah kurangnya pemahaman mengenai fikih prioritas dalam penentuan amal jama’i.

“Sebagai contoh adalah dalam penetapan musuh yang diperangi, mana yang harus diperangi terlebih dahulu dan mana yang boleh ditunda” pungkasnya.

Acara yang dimulai sekitar pukul 20.30 hingga 21.30 WIB tersebut rencananya juga akan diisi oleh Ustad Fahim Utsman bin Seff. Namun, da’i dari Magetan ini tidak bisa hadir kerena alasan kesehatan.(Ahsan/annajah)

Tidak ada komentar