Header Ads

Ridwan Kamil Jadi Cawagub Partai Nasdem, Netizen Kecewa

banner ads
MANJANIQ.COM, Bandung – Partai Nasdem telah remsi mendeklarasikan Ridwan Kamil sebagai bakal calon Gubernur Jawa Barat dalam pilkada tahun 2018. Kabar ini seketika mengundang reaksi kecewa dari para penhuni jagad maya (netizen).

Diusungnya Ridwan Kamil oleh partai pimpinan Surya Paloh ditandai dengan penyerahan surat rekomendasi dari DPP Partai Nasdem kepada pria yang saat ini menjadi Wali Kota Bandung. Penyerahan ini dilakukan saat acara Deklarasi Pencalonan Ridwan Kamil di Monumen Bandung Lautan Api, Lapangan Tegallega, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Ahad (19/3) lalu.
Namun banyak yang kecewa dengan keputusan Ridwan Kamil yang maju Pilgub Jabar lewat partai Nasdem. Kekecewaan itu diungkapkan netizen di status yang diunggah Ridwan Kamil di Facebook.
"Banyak yang bertanya KENAPA? Jawabannya sangat multi dimensi. Setiap pilihan situasi politik selalu ada yang suka juga tidak suka. Saya sudah melaluinya di tahun 2013. Setengah pertemanan saya balik kanan karena saya maju pilwalkot didukung partai. Sedih? iya. Tapi saat itu dilalui saja prosesnya dengan ikhlas. Dan dibuktikan dengan bekerja dengan maksimal saat terpilih jadi walikota. Sebagian pertemanan itu tidak balik lagi." tulis Ridwan Kamil di fanspage resminya.
"Namanya ditawarin, pilihannya 2 Kang Bro, menolak atau menerima, sebelum diterima lihat2 dulu background yang nawarin, tipikal lintah darat bin rentenir atau gimana,” komentar @Fauzan Azeema di status kang Emil.
Selain itu kekecewaan tersebut juga diungkapkan oleh pemilik akun @Dedi Irwan Bin Hersan, dia kecewa karena kang Emil bergabung bersama partai pendukung penista agama."Ini kasusnya beda dgn dulu kang. Masalahnya skrg lebih rumit karena akang maju bersama partai pendukung penista agama dan pemilik stasiun tv yg identik dgn pendeskriditan islam. Sehebat apapun pemimpin, kalau sudah berkoalisi dengan penista agama, wajib di tinggalkan."
Tak sedikit yang mengusulkan agar Kang Emil maju di Pilgub mendatang memilih jalur Independent.
"Tnpa dukungan partai ... KTP akan kumpul dgn sendrinya apabla pak RK mau memilh jalur independen," komentar Helmi Saifur Rahman.
"Sudah ada tapi masih sporadis kegiatannya," balas Kang Emil menanggapi komentar Halmi Saifur Rahman.

Sumber :kiblat 

Tidak ada komentar