Header Ads

Laporan HRW: Rezim Assad Gunakan Bom Kimia Selama Pertempuran Aleppo

banner ads
Manjaniq.com--Human Right Watch (HRW) menyatakan bahwa rezim Assad telah melakukan “serangan kimia terkoordinasi” dalam pertempuran terakhir di Aleppo beberapa bulan lalu. Lembaga internasional itu mengungkapkan bahwa pasukan rezim Assad telah menjatuhkan gas klorin selama 8 kali di daerah pemukiman warga.

“Melalui wawancara dengan saksi via telepon, rekaman, analisis, video, foto dan postingan di media sosial, kami mencatat bahwa helikopter rezim Assad menjatuhkan klorin di daerah perumahan sejak 17 November sampai 13 Desember 2016,” katanya.

Wakil direktur HRW, Ole Solvang mengungkapkan pada Senin (13/02) bahwa pola serangan klorin ini telah disusun dengan sistematis oleh rezim Assad.

“Pola serangan klorin menunjukkan bahwa mereka telah mengkoordinasikan dengan strategi militer secara keseluruhan untuk merebut kembali Aleppo dan ini bukan karya seorang oknum yang sedikit,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Solvang meminta Dewan Keamanan PBB untuk tidak membiarkan rezim Assad menggunakan senjata kimia di Suriah.

“Dewan Keamanan PBB seharusnya tidak membiarkan pihak berwenang Suriah atau orang lain yang menggunakan senjata kimia lolos tanpa konsekuensi,” tegasnya.

Terkait efek terkena gas klorin ini, salah seorang warga setempat menceritakan perihal sakitnya “yang terasa terbakar” akibat gas kimia tersebut.

“Tenggorokan anda akan terbakar seperti batang api yang mana kalian tidak akan bisa bernafas dan menelan makanan,” ungkapnya.

“Leher anda mulai mendidih, merasa mual, mata anda terasa terbakar dan tidak bisa mengontrol air mata,” tambahnya.

Gas klorin sendiri merupakan salah satu dari beberapa elemen dan senyawa yang digunakan dalam serangan kimia yang menghancurkan dan dilarang oleh pihak internasional.

Paparan gas ini dapat menyebabkan lemas karena cedera kimia dalam saluran udara paru yang mengakibatkan penumpukan cairan yang parah di paru-paru yang mana sangat berbahaya bagi anak-anak dan manula.


Sumber: Anadolu Agency/kiblat

Tidak ada komentar