Header Ads

Densus 88 Didesak Pulihkan Nama Baik Korban Salah Tangkap

banner ads
Panitia Khusus Revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (RUU Terorisme), mengeluhkan buruknya penangan terhadap korban salah tangkap Densus 88. Nantinya, RUU diharapkan dapat mengatur penangan dan pemulihan nama baik korban Densus 88.

Salah-satu anggota Panitia Khusus Revisi UU Terorisme, Risa Mariska mengatakan, dalam penanganan terorisme saat ini oleh aparat penegak hukum masih banyak kekurangan. Terutama terhadap korban terduga terorisme yang kemudian tidak terbukti.

“Dalam penanganan terorisme selama 2016, ada point penting seperti penanganan terhadap mantan terduga teroris tapi tidak terbukti. Ini minimal nama baiknya dipulihkan” ungkapnya Risa saat dihubungi Kiblat.net, Senin (27/02).

Dalam Revisi UU Terorisme, nantinya akan dibahas mengenai penanganan korban salah tangkap. Menurut Risa, nama korban yang diduga pelaku terorisme harus pulih kembali. Karena menyangkut hak asasi manusia. Selain itu, Rehabilitasi terhadap korban salah tangkap sangat diutamakan.

“Dalam kasus salah tangkap juga kita perhatikan, minimal kembalikan nama baiknya. Pasti kita lebih mengedepankan HAM. Diharapkan dalam uu ini, lebih baik dari pada uu sebelumnya. Lebih banyak diatur tentang rehabilitasi korban,” sambungnya.

sumber : kiblat

Tidak ada komentar