Header Ads

Alasan Habib Rizieq Mangkir 2 Kali dari Panggilan Polda Jabar

banner ads

Jakarta – Pada Aksi Damai 112 di Masjid Istiqlal pada Sabtu (11/2) siang kemarin, Ketua Dewan Penasehat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI, Habib Rizieq Syihab mengatakan bahwa dirinya saat ini sudah menjadi buronan Polda Jabar.

Terhitung sudah dua kali dirinya mendapat panggilan Polda Jabar terkait dugaan penistaan pancasila.
“Saya sudah jadi buronan, terhitung sejak Jumat (10/2) malam, saya sudah menjadi buronan. Tapi hal itu memang harus dilakukan karena untuk memastikan bahwa aksi 112 ini berjalan damai dan tertib,” ujar Habib Rizieq di depan lautan massa yang berkumpul di Masjid Istiqlal.

Ia pun mengatakan, bahwa dirinya siap diproses hukum yang adil. Jika memang dibutuhkan, bahkan setelah aksi 112 disuruh menghadap ke Polda Jabar, ia pun siap melakukan hal itu.

“Saya siap diproses. Tapi proses hukum yang adil. Jangan sampai ada niatan jahat di balik proses hukum ini. Saya sudah kenyang sebenarnya difitnah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, bahwa kriminalisasi ulama dan habaib harus dihentikan. Ia mengetahui bahwa sebenarnya para polisi dan aparat itu orang yang baik, hanya saja, disebutnya ada kekuatan jahat di belakang mereka yang ingin memprovokasi umat Islam.

“Saya sudah bukan lagi tersangka, tapi jadi buronan. Haji Munarman pun sudah menjadi tersangka, sebentar lagi ketua kita KH Ustadz Bachtiar Nashir pun akan diproses terus. Ini harus dihentikan,” tegasnya.

Ia menyebut, bahwa seluruh pimpinan GNPF MUI sedang ditarget dan diincar kesalahannya untuk dijadikan tahanan.

“Saya tidak akan rela jika UBN ditahan, saya tidak rela jika H Munarman ditahan, Saya tidak rela!” tegas HRS yang diikuti takbir para jama’ah.

Sumber:
Kiblat.net

Tidak ada komentar