Header Ads

Tulisan-tulisan Sayyid Quthb Menelanjangi Orang-orang Bermental Lemah

banner ads
Oleh : DR. Abdullah Azzam dalam Tarbiyah Jihadiyah



Manjaniq.com--Sebenarnya Ustadz Sayyid Quthb mengalami ujian itu. Ia melihat contoh-contohnya didalam penjara dan bagaimana takdir para tokoh berbeda-beda. Ia menulis buku sambil melihat mereka. Ketika ia mengatakan kepadamu bahwa dibalik kecintaan terhadap gaya hidup bersenang-senang dan mencari (jalan) selamat akan mengakibatkan jatuhnya cita-cita dan semangat, jiwa yang hina, dan kepala yang tertunduk. Ia melihatnya sendiri dan menulisnya begitu saja tanpa perlu berpikir karena contoh-contohnya dihadapannya.

Ada pertanyaan dari salah seorang muslim, “Sebagian orang mengatakan bahwa tulisan-tulisan Sayyid Quthb ini ditulis saat ia didalam penjara sehingga tidak relevan untuk dipublikasikan diluar penjara. “Ya, memang ia menuliskan itu saat berada didalam penjara dan tiang gantungan telah menunggunya, karena ia menulis itu sembari berpamitan kepada dunia. Seorang dai harus tahu bahwa keputusannya untuk masuk dalam dunia dakwah sama dengan telah berpamitan dengan kesenangan dunia. Jadi, Sayyid Quthb menuliskan tulisan-tulisannya saat tiang gantungan tengah menunggunya. Kematian menanti didepanmu saat engkau berbicara, siksaan yang keras juga siap menyambutmu. Ia menulisakan tulisan-tulisannya dengan melepaskan diri dari seluruh tekanan dunia.

Orang-orang seperti mereka, maksudnya orang-orang mengomentari Sayyid Quthb –semoga Allah merahmatinya- tidak menganggap Sayyid Quthb sebagai salah satu pemikir Ikhwanul Muslimin. Oleh karena itu, mereka tidak suka jika Sayyid Quthb mendapatkan pujian. Percayalah! Saat saya (DR. Abdullah Azzam) membantah perkataan Syaikh Al-Albani ketika ia menulis bahwa Sayyid Quthb setuju dengan konsep wihdatul wujud, banyak da’i yang  marah karena saya telah membela Sayyid Quthb. Bukan karena saya mengomentari perkataan Syaikh Al-Albani, karena mereka pun memiliki banyak perbedaan pendapat dengan Syaikh Al-Albani, lalu apa alasannya? Karena tulisan-tulisannya Sayyid Quthb menelanjangi orang-orang bermental lemah. Ya, menelanjangi mereka.
  
Demi Allah, saya pernah menanyakan kepada salah seorang ulama besar mereka. Saya bertanya kepadanya, “Apa pendapat anda tentang Sayyid Quthb?” Ia menjawab, “Ia seorang pemikir. Ia seorang pemikir. Eh, ia bukan pemikir, tetapi seorang sastrawan, bahkan penulis. Tidak lebih dari itu.“ Saya kembali bertanya kepadanya, “Sayyid Quthb menurut anda seperti itu?”
Ia menjawab, “Ia seorang sastrawan profesional.” Orangseperti ini persis dengan orang yang pernah berkata kepadaku, “sesungguhnya Marwan Hadid bukan bagian dari dakwah islam.”

Saya katakan kepadanya, “Oh, kalau begitu engkau bagian dari dakwah islam!” Di daerah asal kami ada peribahasa yang mengatakan, ‘Namamu Dzakar (laki-laki) dan Yang Memberi makan adalah Allah’. Wanita yang memiliki anak yang lemah dan sakit berkata kepadanya, ‘Namamu Dzakar (laki-laki) dan Yang Memberi makan adalah Allah’ Yang Meberi makan adalah Rabb kita.

Saya katakan kepadanya, “Apa arti dakwah islam di Suriah tanpa Marwan Hadid?” Mereka sangat berbahaya. Demi Allah, mereka mengatakan bahwa Marwan Hadid gila. Benar, keberanian Marwan Hadid menurut anggapan orang-orang yang berjatuhan diatas jalan perjuangan adalah sebuah kegilaan. Mereka mengatakan Marwan Hadid orang gila. Salah seorang dari mereka yang pernah bertemu denganku saat Marwan Hadid masih menjadi buronan didalam kota Damaskus menceritakan ; kemanapun, didalam kota Damaskus, ia selalu membawa senjata karena ia sedang menjadi buronan pemerintah. Orang itu berkata kepadaku, “wahai saudaraku, setiap bertemu orang, orang ini selalu mengulurkan tangannya sambil mengatakan kepadanya, ‘Berbaiatlah kepadaku untuk siap mati’.” Oleh karena itu, perhatikan; ini adalah kata-kata yang keluar dari hati yang selalu melihat tragedi secara langsung dihadapannya.

sumber : fski---bersambung bagian 2

Tidak ada komentar