Header Ads

Petisi Al-Ihya Dibantah, Berita Habib Rizieq Dibaiat Ternyata Hoax

banner ads
Manjaniq.com--Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GPPF) MUI mengeluarkan pernyataan bantahan tentang Petisi Al Ihya.

Melalui situs resmi belaquran.com, pihak GNPF-MUI menegaskan bahwa siaran pesan yang menyatakan umat Islam baiat Habib Rizieq sebagai Imam Besar Umat Islam di Pesantren Al-Ihya Bogor adalah kabar palsu (hoax).

Situs belaquran.com menegaskan, postingan yang telah beredar luas sebagaimana berikut ini bukan berasal dari GNPF MUI:

“HASIL MUSYAWARAH ULAMA BOGOR 
Pesantren Al Ihya, 15 Januari 2017

Musyawarah yang diprakarsai tuan rumah KH Husni Thamrin (Abi Tham) alhamdulillah dihadiri Imam Besar FPI yang juga selaku Pembina GPF-MUI Habib Muhammad Rizieq Syihab, KH Bachtiar Nasir, KH M A Khaththath, KH Abu Jibril dan para ulama dan tokoh se-Bogor Raya telah menghasilkan hal-hal sebagai berikut :

I. Seluruh peserta yang hadir telah membaiat Habib Rizieq Syihab sebagai IMAM BESAR KAUM MUSLIMIN INDONESIA.

II. Seluruh peserta menyatakan sanggup berjihad untuk membela Ulama dari kejahatan yang memusuhi Islam.

III. Seluruh peserta bersepakat untuk mengeluarkan Petisi Al Ihya yang berisi:

1. Kembalikan UUD 45 sesuai aslinya
2. Perkuat Tap MPR No 25 1965 bahwa PKI terlarang di Indonesia
3. Menuntut agar Kapolda Jabar dan Kapolda Metro Jaya untuk dicopot, karena telah melakukan kriminalisasi kepada ulama

4. Ultimatum agar Ketua Umum dan seluruh anggota GMBI agar ditangkap dengan batas waktu hingga 24.00 wib malam ini. Jika hingga batas waktu itu tidak ditangkap maka umat Islam akan mencari sendiri untuk memberlakukan hudud.

“GNPF MUI membantah, dan menyatakan bahwa postingan itu TIDAK BETUL,” tulis situs belaquran.com.

Fakta yang terjadi dalam pertemuan tersebut adalah tidak ada rapat dan tidak ada kesepakatan pembuatan petisi apa pun.

Kronologi kejadian adalah bukan rapat melainkan rangkaian tausiyah yang dimulai oleh tuan rumah KH Husni Thamrin, diteruskan oleh KH Bachtiar Nasir, yang tak lama setelah itu meninggalkan lokasi, kemudian KH MA Khathhthath, KH Abu Jibril, dan diakhiri tausiyah dari Habib Muhammad Rizieq Syihab.

Selesai rangkaian tausiyah, para ulama langsung meninggalkan tempat pertemuan. Tanpa ada rapat dan kesepakatan petisi.

sumber : kiblat

Tidak ada komentar