Header Ads

Pemkot Langgar UU, PTUN Menangkan Warga Bukit Duri, Namun Rumah Warga Sudah Rata Karena Digusur September 2016.

banner ads
Manjaniq.com--Warga Bukit Duri, Jakarta Selatan kini bisa sedikit bernafas lega. Pasalnya, Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta telah mengabulkan gugatan terhadap surat peringatan yang dikeluarkan Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) yang menggusur rumah warga di bantaran Kali Ciliwung.

Seperti diketahui, Majelis hakim PTUN Jakarta memutus­kan Surat Peringatan (SP) 1, 2, dan 3 yang dikeluarkan Pemkot Jaksel melanggar undang-un­dang. Namun demikian, ka­wasan Bukit Duri saat ini sudah rata dengan tanah karena telah digusur September 2016. 

Selain itu, Majelis hakim juga memutuskan bahwa Pemprov DKI Jakarta wajib memberikan ganti rugi yang layak kepada warga akibat dari diterbitkannya SP 1, 2, dan 3, dihancurkannya rumah-rumah warga, dan diram­pasnya tanah-tanah warga tanpa kompensasi yang layak. 

Lebih dari empat bulan usai digusur, kawasan Bukit Duri te­lah berubah total. Ratusan rumah yang sebelumnya memenuhi pinggiran kali Ciliwung telah bersih. Bahkan, radius 20 meter dari bibir kali, kawasan yang dulunya kumuh saat ini sudah rata dengan tanah. Site pile beton setinggi lebih dari 10 meter telah dibangun sepanjang lebih dari 1 kilometer (km) dari kawasan Kampung Melayu hingga Bukit Duri. "Akhir Februari 2017, seluruh pembangunan site pile beton selesai dibangun," ujar pengawas lapangan PT Jaya Kontruksi, Hadi di Bukit Duri, Jakarta Selatan, kemarin. 

Sementara, rumah warga yang hanya terkena gusur sebagian proyek normalisasi sungai masih dibiarkan berdiri oleh pemiliknya dan tidak ada tanda-tanda untuk dibangun kembali. Warga memi­lih menutup sebagian rumah yang bolong dengan terpal seadanya agar tidak terkena air hujan. 

Kendati sebagian tanah di bibir kali sudah bersih dari ru­mah warga, tapi masih terlihat masjid yang tetap dibiarkan berdiri kokoh dan belum terlihat digusur oleh petugas. Keberadaan masjid itu cukup mencolok di tengah-tengah tanah yang sudah rata dengan tanah. "Kami gusur masjidnya kalau sudah ada peng­gantinya. Insyallah awal bulan depan sudah ada pengganti di sampingnya," ujar Hadi kembali 

Hadi menambahkan, hingga saat ini belum ada perintah pengh­entian pelaksanaan proyek pem­bangunan site pile Kali Ciliwung di Bukit Duri usai keluarnya pu­tusan PTUN Jakarta. "Kalau soal itu orang Pekerjaan Umum (PU) yang lebih tahu. Selama nggak ada perintah berhenti kami akan terus bekerja sesuai target yang sudah ditentukan (akhir Februari 2017)," tandasnya. 

sumber : rmol

Tidak ada komentar