Header Ads

Metro TV Sebarkan Berita Hoak dengan Memfitnah Media Islam Sebagai Penyebar Hoax

banner ads
Manjaniq.com--Dalam sebuah acara berita pada hari Jum’at 6 Januari 2017, Metro TV menyiarkan fitnah keji terhadap media-media Islam dengan memberitakan tentang kumpulan situs penyebar berita hoax. Dalam video yang berdurasi 43 detik itu, Metro TV memberikan 22 daftar situs yang dituduh memberitakan berita hoax.

Hal ini merupakan berita yang tidak berimbang (cover both side) menurut prinsip-prinsip jurnalistik yang umum dan juga mengandung fitnah. Dengan dilakukan secara sepihak Metro TV memanfaatkan data lawas yang dirilis BNPT dan Kemenkominfo pada 30 Maret 2015 lalu, tanpa ada upaya klarisikasi kepada pengelola situs-situs tersebut.

Menanggapi berita tersebut, Ketua Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Agus Abdullah menegaskan justru Metrotvnews lah yang menyebarkan berita hoax.

“Itu kan data pemblokiran tahun 2015 yang dikeluarkan BNPT kepada Kominfo untuk diblokir dengan tuduhan menyebarkan radikalisme,” kata Agus kutip Panjimas, pada Ahad (08/01/2017).

Menurutnya, dari 22 daftar situs yang dimunculkan kembali oleh Metro TV dalam acara Metro tanggal 6 Januari 2017, sudah dinormalisasi oleh Kominfo dan BNPT. Disisi lain, dari 22 situs itu juga banyak situs yang sudah mati.
“Masyarakat saat ini harus waspada dengan Metro TV. Kenapa sekelas Metro TV memberitakan informasi hoax,” tegasnya.

Mahasiswa pasca sarjana Universitas Indonesia inipun meminta masyarakat harus bisa memilah mana media hoax dan mana yang bukan. 

Sementara itu, Ketua Bidang Hubungan Antar lembaga Forjim, Nuim Hidayat, mengatakan kepada wartawan pada Ahad (08/01/2017), dengan kejadian ini masyarakat makin cerdas menilai siapa penyebar hoax sesungguhnya, seperti dilaporkan Arrahmah.com

Metro TV yang disebut sebagai media “mainstream” oleh sebagian kalangan, juga akan akan disebut masyarakat sebagai media hoax. Sebab mereka ingin melawan hoax dengan cara hoax pula.

“Hoax itu kan sekarang seolah dimaknai sebagai berita yang tersebar yang tidak disukai oleh rezim dan pendukungnya. Sementara kalau hoax itu datang dari penguasa dan media-media atau pendukungnya tidak disebut sebagai hoax,” papar Nuim.

“Kesalahan-kesalahan media-media pendukung presiden adalah membenarkan semua ucapan atau tingkah laku presiden. Fungsi media itu selain untuk memberikan informasi, juga mengkritisi petistiwa, termasuk mengritisi ucapan presiden,” tambahnya.

Nuim mengapresiasi ucapan presiden untuk menghentikan peredaran hoax. Tetapi, kata dia, menindaklanjuti dengan serampangan menyatakan puluhan situs Islam itu penyebar hoax adalah tindakan yang sembrono.

“Media itu jangan menjadi pak turut. Berbahaya media bila tidak kritis. Tindakan pembredelan sebenarnya udah ketinggalan zaman. Apakah mau ditutup Facebook, Whatsapp, Twitter yang disitu sebenarnya banyak menyebarkan hoax? Jadi di masa keberlimpahan atau kebisingan informasi yang diperlukan adalah bukan hanya pendidikan bagi wartawan, tapi juga pendidikan bagi masyarakat dalam menyikapi informasi,”pungkasnya.

Seperti diketahui stasiun televisi swasta nasional Metro TV dinilai telah menyiarkan fitnah terhadap media-media Islam. Tidak main-main, Metro TV menyebut 22 media Islam sebagai penyebar hoax alias berita bohong.
Dalam siaran METRO HARI INI pukul 17.25 WIB, Jumat, 6 Januari 2017 lalu, yang juga diunggah ke situs Metrotvnews.com, Metro TV menayangkan berita dengan judul “Daftar Situs Penyebar Hoax.”



Pada berita itu disebutkan 22 situs media Islam direkomendasikan oleh Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) kepada Kementerian Kominfo untuk diblokir dengan alasan menyebarkan hoax dan juga radikalisme. Ke-22 situs website berita Islam dan blog itu adalah: arrahmah.com, voa-islam.com, ghur4ba.blogspot.com, panjimas.com, thoriquna.com, dakwatuna.com, kafilahmujahid.com, an-najah.net, muslimdaily.net dan hidayatullah.com.
Kemudian salam-online.com, aqlislamiccenter.com, kiblat.net, dakwahmedia.com, muqawamah.com, lasdipo.com, gemaislam.com, eramuslim.com, daulahislam.com, shoutussalam.com, azzammedia.com, dan terakhir, indonesiasupportislamicatate.blogspot.com.

sumber : fissilmikaffah

Tidak ada komentar