Header Ads

Masjid Taqwa Muhammadiyah Medan di Demo Warga Kristen Karena Ceramah Seorang Muallaf

banner ads
Manjaniq.com -- MEDAN| Pasca Masjid Taqwa, Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan didemo sejumlah umat non muslim dikarenakan Ustadz Burhanuddin Siagian sedang berceramah di masjid tersebut. Kamis (26/1) Malam ini.

Menurut sumber dilapangan Ustadz Burhanuddin Siagian ini seorang muallaf di mana isi ceramahnya membuat panas kuping dan meresahkan umat non muslim disekitarnya merasa tidak senang terhadap isi ceramah tersebut.

Pasca Maghrib tiba-tiba sekelompok massa Non Muslim “mendemo” Mesjid Taqwa Muhammadiyah Pulo Brayan Bengkel Baru yang sedang dilaksanakan pengajian rutin mingguan dengan menghadirkan Ustadz Burhanuddin Sinaga sebagai pemceramah. Massa pendemo keberatan dengan isi ceramah ustadz.

Dalam ceramahnya Ustadz Burhan menceritakam kriteria agama samawi adalah mereka yang patuh kepada nabi. Tapi dia mengakui bahwa dia memakai kata Yesus. Hal inilah pemicu warga non muslim yang ada di dekat masjid menjadi marah dan langsung mendatangi Ustadz Burhanuddin.

Menurut keterangan yang dihimpun M24.CO dilapangan di mana Valentina dan temannya-temannya diduga sudah tidak senang dengan Burhanuddin, tetap saja ngotot menyalahkannya. Tidak sampai di situ, warga lainnya pun semakin ramai mendatangi ustadz tersebut. Beruntung, jamaah masjid dan warga lainnya tidak tersulut emosi dan akhirnya memilih untuk duduk bersama di Kantor Kelurahan membicarakan persoalan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Kanit Bimnas Polsek Medan Timur AKP Julia Ningsih menagatakan, kejadian ini telah selesai. Keduabelah pihak sepakat untuk berdamai. “Besok pagi, Jum’at (27/1) kesepakatannya ditandatangani. Keduanya telah bersalaman dan tidak ingin mempernjang kasus ini,” kata AKP Julia Ningsih.

Akhirnya, proses perundingan damai bersama Camat Medan Barat di Kantor Lurah Brayan Bengkel Baru bersama Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution dan pihak Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur, akhirnya permasalahan yang sempat menghebohkan warga di kelurahan tersebut dapat diselesaikan. Nyaris, kesalahpahaman berdimensi Suku Agama Rasa dan Aliran (SARA) hampir berujung bentrok. Ikhwal terjadinyan peristiwa itu berawal dari ceramah Ustadz Burhanuddin Siagian usai sholat Maghrib. Beruntung, kejadian yang berpotensi bentrok itu tidak sempat meluas.


sumber : metro24

Tidak ada komentar