Header Ads

Empat berita Hoax terkait penangkapan Patrialis dan media yang meberitakan

banner ads

Manjaniq.com -- OTT KPK terhadap Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar dan 10 tersangka lainnya terkait judicial review UU No. 41 tahun 2011 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Rabu (25/1) malam membuat heboh jagat twitland dan media sosial lainnya. Para netizen, dengan input isu sumir dan berita dari beberapa media ‘mainstream’ langsung bereaksi dan mengaitkannya dengan moralitas bahkan pilihan politiknya terhadap salah satu calon di pilkada DKI 2017.
Setidaknya ada empat hal yang mewarnai pemberitaan penangkapan Patrialis Akbar tersebut.
1. Penangkapan Patrialis di sebuah hotel bersama wanita.
2. Penangkapan Patrialis berlangsung di rumah kost mewah.
3. Penangkapan Patrialis di lapangan golf.
4. Patrialis terlibat gratifikasi seks.

#1. Penangkapan Patrialis di sebuah hotel bersama wanita.
Seperti yang diberitakan oleh media online dibawah ini:
Ternyata beertia tersebut terbantahkan. Soal penangkapan di sebuah hotel di Tamansari ternyata penggerebekan oleh BNN, menurut penuturan The Khek King (62) ketua RW 01 Tamansari.
.
“Tidak ada OTT dari KPK di sini, memang ada penggerebekan di BNN, tapi saya ga tau jam berapa,” katanya.
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan Patrialis ditangkap pada Rabu (25/1) kemarin di Grand Indonesia, Jakarta.
“Pukul 21.30 WIB tim KPK bergerak mengamankan PAK, yang bersangkutan pada saat jam tersebut berada di pusat perbelanjaan di Grand Indonesia,” ucap Basaria di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (26/1).

#2. Penangkapan Patrialis berlangsung di rumah kost mewah. Seperti yang dilansir oleh media online dibawah ini:
Selain hotel, juga beredar isu penangkapan Patrialis di sebuah kos mewah Gili Residence, Jalan Tamansari Raya nomor 60-62, Tamansari, Jakarta Barat. Hal tersebut dibantah oleh Anton Junaidi, seorang sekuriti di Gili Residence sebagaimana dilansir liputan6.com. “Saya belum pulang, saya berjaga sejak kemarin malam, enggak ada penangkapan atau apapun,” ujarnya

#3. Penangkapan Patrialis di lapangan golf.
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum membuka lebar-lebar informasi soal operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar. Kabar yang beredar, Patrialis ditangkap di sebuah hotel di Jakarta Barat.
Namun kabar terbaru, mantan Menkum HAM itu ditangkap di sebuah lapangan Golf. Pejabat MK itu ditangkap bersama sembilan orang lainnya usai melakukan transaksi suap.
Ternyata JawaPos menyebar berita Hoax. Kabar tersebut kemudian lagi-lagi terbantahkan saat KPK melangsungkan konferensi pers.
Faktanya, seseorang yang ditangkap KPK di lapangan golf di Rawamangun adalah sahabat Patrialis, Kamaludin.
Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan mengatakan Kamaludin merupakan pihak swasta yang merupakan teman dari Patrialis.
“KM merupakan swasta yang menjadi perantara dari pihak swasta pada PAK. Tim KPK mengamankan KM di Lapangan Golf Rawamangun,” ujar Basaria.

#4. Patrialis terlibat gratifikasi seks.
Padahal jelas salah satu pimpinan KPK Laode M Syarif memastikan tidak ada gratifikasi seks yang diterima Patrialis Akbar dalam kasus dugaan suap perkara yang ditangani MK. Patrialis hanya menerima uang senilai 20 ribu dolar AS dan 200 ribu dolar Singapura dari pengusaha yang menyuapnya, BHR.
“Gratifikasi seks, tidak ada,” kata Laode dalam konferensi pers yang sama.
Jubir KPK Febri Diansyah juga mengatakan hal serupa. Dia menyebut Patrialis diamankan dengan seorang wanita, tapi itu bukan gratifikasi seks.
Jadi gerilya politik menyebarkan berita Hoax.

Terlihat jelas dari fakta diatas ada beberapa media online yang menyebarkan berita Hoax. Jadi sekarang tahu kan, media apa saja yang turut memberitakan berita Hoax..? 





Tidak ada komentar