Header Ads

Ditahan di Penjara Rezim Assad dari 2012, Kematian Jurnalis Suriah Ini Baru Diungkap Ke Publik

banner ads
Manjaniq.com--Kepergian jurnalis Suriah, Nabil Churbajie dihujani sejumlah penghormatan. Nabil ditangkap rezim Assad sejak 2012 silam dan dikonfirmasi telah meninggal dunia pada pekan lalu oleh keluarganya.

Ia adalah salah satu pendiri sebuah situs bernama Enab Baladi, yang memberitakan informasi-informasi lokal maupun nasional dari Darayya. Darayya ialah sebuah kota kecil dekat ibukota Damaskus yang telah dikosongkan pada Agustus 2016 setelah diblokade selama beberapa bulan oleh pasukan pro rezim Bashar Assad.

Sebagaimana dilansir dari Middle East Eye, Churbajie ditangkap pada 26 Agustus 2012 ketika ia sedang berjalan menuju rumah temannya.

“Sebelumnya, ia memposting sebuah video di Youtube yang menunjukkan beberapa aktivis anti pemerintah di Dar’aa membakar dokumen undang-undang baru yang diajukan oleh Presiden Bashar Assad,” lapor Middle East.

Warga Suriah telah memberikan hak suara mereka untuk undang-undang baru tersebut pada hari pemungutan suara. Pemungutan suara, yang tidak diawasi oleh pengawas internasional, berdampak pada hasil yang diperoleh bahwa lebih dari 89 persen dukungan diraih untuk undang-undang baru itu, sehingga undang-undang tersebut disahkan rezim pada hari berikutnya.

Status terakhir yang diunggah Churbajie pada akun Facebook miliknya menuliskan: “Saya bersumpah kami tidak akan tinggal diam dalam menghadapi penindasan atau pembunuhan ini. Kami siap mati untuk alasan ini karena kami mencintai Suriah dan kami akan mengorbankan diri kami untuk itu.”

“Kami menolak pembunuhan sebagai alat untuk membungkam orang. Kami berjuang untuk sebuah bangsa di bawah hukum dan sistem peradilan yang tidak memihak,” sambungnya.

Churbajie dipenjara bersama aktivis oposisi terkemuka dan oposan pemerintah lainnya. Ketika ditahan di penjara Adra di pinggiran ibukota Damaskus, Churbajie menulis nama rekan-rekan tahanan dengan darah pada sepotong kain baju tahanan.

Kain tersebut diselundupkan keluar oleh rekan sesama tahanan sekaligus aktivis hak asasi manusia, Mansour Omari, yang dibebaskan pada Februari 2013 lalu.

Keluarga Churbajie yang pertama menerima konfirmasi resmi kematiannya dalam penjara pekan lalu. Namun sebelumnya, keluarganya telah mengenali Churbajie pada satu dari 11.000 foto yang diam-diam diselundupkan keluar Suriah oleh seorang fotografer tentara yang membelot ke kelompok oposisi.

Fotografer dengan nama samaran Caesar tersebut, mengambil gambar tubuh dari ribuan orang yang mati karena disiksa di penjara pemerintah sebelum ia melarikan diri keluar Suriah dan mengasingkan diri di Eropa.

Ia mempublikasikan hasil jepretannya lebih dari 11.000 foto pada tahun 2014. Sejak gambar-gambar tersebut tersebar, banyak orang yang telah mengenali anggota keluarga mereka berada di ambang kematian. Hingga saat ini upaya identifikasi terus berjalan.

Mohammed Issa, salah seorang keluarga Churbajie, menulis setelah konfirmasi kematiannya bahwa “Semuanya (anggota keluarga) sudah tahu bahwa ia telah meninggal pada Mei 2015.”

“Semoga ia beristirahat dengan tenang dan semoga Allah SWT memberikan kekuatan hati kepada kami,” pungkasnya.


Sumber : Middle East Eye, kiblat

Tidak ada komentar