Header Ads

didua persidangan terakhir, Ahok melecehkan persidangan dan melanggar UU Pilkada.

banner ads
Manjaniq.com--Pada dua persidangan terakhir, terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diduga melecehkan persidangan dan melanggar UU Pilkada.

Alasannya, Ahok mengacungkan salam "dua jari" kepada pengunjung di awal persidangan. Salam "dua jari" itu identik dengan nomor urut Ahok-Djarot di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Habiburokhman mengatakan, saat pertama kali salam "dua jari", pihaknya sudah mengadukan Ahok ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jakarta.

"Kami sudah laporkan itu ke Bawaslu. Tapi sayang, hingga saat ini belum ada tindaklanjut," kata Habiburokhman kepada redaksi, Selasa (10/1).

Menurutnya, Bawaslu Jakarta terkesan aneh tidak menindaklanjuti laporan mereka. Dimana, Ahok sudah nyata-nyata menggunakan fasilitas negara, yaitu persidangan, sebagai media kampanye.

Jelas Habiburokhman, kalau Ahok tetap acungkan salam "dua jari" pada persidangan kelima, hari ini, dan Bawaslu Jakarta tetep diam, ACTA ancam laporkan Bawaslu Jakarta ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

"Bawaslu harusnya merespon. Kamis sedang rencanakan adukan Bwaslu ke DKPP," tukasnya.

sumber : rmol

Tidak ada komentar