Header Ads

Penyidik Polda Jateng Tak Izinkan Pengacara Dampingi 5 Tokoh LUIS

banner ads
Manjaniq.com--Kuasa hukum LUIS, Muhammad Kurniawan mengatakan, 5 tokoh Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) yang ditangkap oleh Direskrimum Polda Jawa Tengah telah resmi ditahan setelah menjalani pemeriksaan selama 24 jam lebih.

Namun, Kurniawan menilai penahanan tersebut melanggar prosedur yang seharusnya. Sebab, lima orang itu tidak diperkenankan untuk didampingi pengacara, padahal ancaman pidana diatas 5 tahun itu harus didampingi pengacara.

“Mereka (para tertuduh-red) bilang ada pelanggaran HAM oleh penyidik, gak ada kebebasan apapun,” kata Kurniawan kepada Jurniscom melalui sambungan telepon, Rabu (21/12/2016).

Kurniawan juga mengungkapkan, kelima orang itu dipaksa untuk menandatangani surat penolakan pendampingan pengacara akan tetapi mereka menolaknya.

“Ketika mereka meminta pengacara, tidak diberikan pengacara. Kemudian di-BAP sampai jam 3 pagi dan penyidik menyodori surat penolakan pendampingan pengacara untuk ditandatangani. Lima orang itu tidak mau menandatangani surat tersebut, kemudian penyidik langsung mengeluarkan surat penahanan,” ungkapnya.

Atas dasar itu, Kurniawan akan membuat laporan adanya pelanggaran HAM  kepada Mabes Polri terkait apa yang dialami kliennya.

“Apa benar orang muslim diperlakukan tidak sama dengan orang lain yang sama-sama melakukan tindak pidana, kalau memang aturannya lain, ya monggo buat aturan baru,” tukasnya.

Kurniawan juga menyampaikan pesan Endro Sudarsono dari dalam tahanan. Endro mempertanyakan kenapa perlakukan aparat terhadap aktivis Islam yang terbentur masalah hukum tidak sama dengan yang lainnya.

“Aktivis Islam justru diperlakukan tidak sama dan tidak diberi hak-hak hukumnya,” kata Kurniawan mengutip pesan Endro.

Edi Lukito, Yusuf Suparno, Endro Sudarsono, Joko Suprapto dan Salman Al Farisi ditetapkan sebagai tersangka kasus pengrusakan dan penganiayaan di Social Kitchen Cafe oleh puluhan orang berjubah dan menggunakan penutup wajah.

Humas LUIS, Endro Sudarsono mengaku tidak mengenali mereka, sebab ia hanya datang bersama rombongan yang berjumlah 8 orang. Endro dan yang lainnya dituduh melakukan pembiaran terhadap aksi pengrusakan dan penganiayaan tersebut.

sumber : jurnalislam

Tidak ada komentar