Header Ads

Pasca Penembakan Dubes Rusia, AS Tutup Kedutaannya

banner ads
Manjaniq.com--Amerika Serikat mengumumkan menutup sementara kantor kedutaan dan konsulatnya di Turki menyusul penembakan yang menewaskan Duta Besar Rusia,  Andrey Karlov, pada Senin (20/12). Penutupan ini dilakukan mulai hari Selasa (21/12).

Perlu diketahui, lokasi insiden penembakan tak jauh dari kantor kedutaan AS di Ankara. Jarak pusat kesenian, yang menjadi lokasi penembakan, dengan kedutaan AS hanya selisih beberapa jalan saja.

Jauh-jauh hari AS berulang kali mengingatkan bahaya keamanan bagi warganya di Turki. Peringatan ini dikeluarkan menyusul serangkaian serangan bom dan bersenjata sepanjang tahun ini di negara tersebut.

Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrey Karlov (62) tewas ditembak di ibu kota Turki, Ankara, Senin (19/12) malam waktu setempat. Karlov ditembak saat memberi sambutan di sebuah pameran fotografi di Ankara.

Penembaknya diidentifikasi sebagai seorang anggota kepolisian Turki bernama Mevlut Mert Altintas, 22 tahun. Aljazeera mengutip Wali Kota Ankara bahwa Altintas adalah polisi yang bertugas di ibu kota Turki itu.

Altintas berpakaian rapi, mengenakan jas dan berdasi, memiliki kartu pengenal sebagai anggota pengawal Duta Besar Rusia. Saat penyerangan itu, Altintas tengah libur alias sedang tidak bertugas.

Setelah menembak, Altintas membiarkan para tamu keluar dari ruang pameran. Menurut saksi, Altintas tersebut meneriakkan, “Jangan lupa Aleppo! Jangan lupa Suriah!” tepat setelah Duta Besar Karlov roboh meregang nyawa.

“Siapa pun yang mengambil bagian dalam kekejaman ini akan membayar harga, satu persatu … Hanya kematian yang akan membawa saya dari sini,” tegas Altintas sambil memegang pistolnya.

Ia kemudian melanjutkan pernyataannya dalam bahasa Arab, “Kami adalah keturunan dari mereka yang mendukung Nabi Muhammad, untuk berjihad!”


Sumber: Al-Jazeera,kiblat.net

Tidak ada komentar