Header Ads

Organisasi Gulen Bantah Terlibat Penembakan Dubes Rusia untuk Turki

banner ads
Manjaniq.com--Penasihat gerakan opoisi Turki Fethullah Gulen, Ali Aslan Dogan, Senin (19/12), membantah terlibat dalam aksi pembunuhan Duta Besar Rusia Andrey Karlov. Pernyataan ini ditegaskan setelah keamanan Turki menyatakan bahwa pelaku penembakan diduga kuat anggota organisasi Gulen.
Seorang pejabat kemanan Turki, seperti dilansir dw.com, mengatakan bahwa bukti-bukti yang ada menguatkan pria bersenjata yang membunuh Dubes Rusia anggota jaringan Fathullah Gulen. Pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya itu menunjukkan, saat ini pihaknya terus mendalami hal itu.

Dogan menyebut pernyataan pejabat keamanan itu “lucu”. Menurutnya, itu hanya sebagai dalih untuk menutupi kelemahan mereka dalam menjaga keamanan.

“Tuan gulen mengutuk keras tindakan kejih itu,” ujarnya menambahkan, seperti dilansir Reuters Arabic.

Perlu diketahui, pemerintah Turki dan organisasi Gulen bermusuhan setelah kudeta gagal pada Juli lalu. Pemerintah Erdogan menuding Gulen di upaya perebutan pemerintahan itu.

Seorang anggota kepolisian Turki bernama Mevlut Mert Altintas, 22 tahun, menembak duta besar Rusia delapan kali saat memberi sambutan dalam acara pembukaan pameran fotografi di Ankara. Sang dubes tewas bersimbah darah. Aksi ini terjadi disaksikan langsung sejumlah awak media.

Aljazeera mengutip Wali Kota Ankara, mengidentifikasi bahwa Altintas merupakan polisi yang bertugas di ibu kota Turki itu. Bahkan, dia disebut-sebut anggota pasukan khusus kepolisian.

Altintas berpakaian rapi, mengenakan jas dan berdasi, memiliki kartu pengenal sebagai anggota pengawal Duta Besar Rusia. Saat penyerangan itu, Altintas tengah libur alias sedang tidak bertugas.

Setelah menembak, Altintas membiarkan para tamu keluar dari ruang pameran. Menurut saksi, Altintas tersebut meneriakkan, “Jangan lupa Aleppo! Jangan lupa Suriah!” tepat setelah Duta Besar Karlov roboh meregang nyawa.

“Siapa pun yang mengambil bagian dalam kekejaman ini akan membayar harga, satu persatu … Hanya kematian yang akan membawa saya dari sini,” tegas Altintas sambil memegang pistolnya.

Ia kemudian melanjutkan pernyataannya dalam bahasa Arab, “Kami adalah keturunan dari mereka yang mendukung Nabi Muhammad, untuk berjihad!”

Mevlut sendiri dikabarkan ditembak mati dalam kepungan pasukan khusus Turki. Ia tergeletak di lantai dengan luka-luka berdarah, di tembok sekitar 50 cm dari tubuhnya nampak belasan lubang peluru. Pistolnya tergeletak di dekat tangannya dalam kondisi rusak dan buyar.

Reporter: Sulhi El-Izzi
Sumber: Reuters Arabic/kiblat.net

Tidak ada komentar