Header Ads

Militer Rezim Dan Milisi Syiah Langgar Gencatan di Aleppo, Begini Kata Rusia

banner ads
Manjaniq.com--Gencatan senjata kemanusiaan di Aleppo Timur buyar beberapa jam setelah diberlakukan, tepatnya pada Selasa malam (13/12). Militer rezim dan milisi Syiah sekutunya melanggar kesepakatan dengan menghadang proses evakuasi sipil dan kembali melakukan serangan terhadap daerah yang terkepung tersebut.
kondisi terkini aleppo setelah dibombardir

Terkait pelanggaran ini, penanggung jawab negosiasi faksi oposisi Suriah di Aleppo Al-Faruq Abu Bakar menanyakan langsung kepada pihak Rusia. Abu Bakar kembali menggelar negosiasi dengan pihak Rusia menyusul buyarnya gencatan pada Selasa itu.

Menurut Abu Bakar kepada Al-Jazeera, Rusia beralasan bahwa pihaknya tidak berkoordinasi dengan rezim Suriah dan milisi Syiah sekutunya dalam gencatan pertama. Rusia mengaku pihaknya tidak memiliki kendali di lapangan.

Bahkan, Departemen Pertahanan Rusia balik menuding pejuang oposisi yang melakukan pelanggaran gencatan. Tidak hanya itu, Rusia juga mengatakan militer Suriah akan melanjutkan operasi militer di Aleppo Timur yang digambarkan Dewan Pertahanan Sipil seperti “neraka” itu.

Abu Bakar menambahkan bahwa militer rezim dan milisi Syiah pada Rabu pagi (14/12) kembali melakukan serangan di Aleppo Timur, meski gencatan berlangsung. Mereka juga menghadang rombongan evakuasi yang membawa warga sipil keluar dari daerah yang terkepung tersebut.

Dia menjelaskan, penyebab utama buyarnya gencatan itu karena milisi Iran yang mengendalikan Aleppo mengajukan syarat baru dibebaskannya dengan cara serupa rekan-rekan mereka di kota Al-Fu’ah dan Kufreya di wilayah Idlib. Milisi Syiah itu juga meminta mayat-mayat anggotanya yang ditahan mujahidin diserahkan.

Di sisi lain, rezim berdalih pihaknya tidak melakukan kesepakatan gencatan pertama karena jumlah  pejuang yang ingin keluar dari Aleppo bertambah, yang awalnya seribu pejuang menjadi sepuluh ribu. Rezim juga meminta seluruh daftar nama dan identitas para pejuang yang akan dievakuasi keluar dari Aleppo Timur.

Sementara itu, oposisi menegaskan bahwa dalih yang disampaikan rezim Suriah itu mengada-ada. Hal tersebut tidak dicantumkan dalam kesepakan gencatan senjata pertama yang buyar hanya beberapa jam setelah diberlakukan.

Akan tetapi, oposisi dan Rusia serta rezim kembali melanjutkan negosiasi. Telah disepakati beberapa poin, yang di antaranya menguatkan kesepakatan-kesepakatan sebelumnya.


Sumber: Al-Jazeera/kiblat.net

Tidak ada komentar