Header Ads

JANGAN ANGGAP REMEH DOA-DOA KAMI DI AKSI 212

banner ads
Manjaniq.com--Aksi super damai 212 telah berakhir, tetapi tidak pernah mengakhirkan seribu kesan mendalam yang dirasakan oleh peserta aksi dan kesan yang mendalam bagi yang hanya dapat melihat melalui televisi. Mungkin aksi seperti ini tidak pernah terjadi sepanjang sejarah bangsa indonesia. Aksi  yang membuat decak kagum setiap mata yang melihat, bukan hanya di indonesia, tetapi stelah membuka mata dunia . Salah satu wartawan al jazera juga turut meliput langsung aksi yang berlangsung  dijakarta jum’at 2 Desember 2016.

Berbagai kekhawatiran sempat terhembus menjelang aksi, dimulai dari isu akan terjadi kerusuhan seperti pada tahun 1998 sampai isu akan terjadi kudeta atau makar. Subhanallah, ternyata semua kekhawatiran telah terjawab bahwa Allahlah sebaik-baik pembuat makar (rencana). Ikhtiar dan usaha kuat para ulama dan habaib tidak boleh dinafikan, karena bagaimanapun aksi yang dipelopori oleh GNPF MUI adalah aksi untuk menjaga wibawa dan eksistensi ulama dimata ummat.

Bagaimanapun aksi ini menambah semangat dan kepercayaan ummat kepada para ulama, karena hanya ulamalah yang dapat dipercaya disaat zaman telah dipenui fitnah kebohongan dan ketidakadilan. Ulama memiliki peran ganda dalam kehidupan ummat, disamping sebagai pembimbing ummat juga sebagai pemimpin aksi dalam membela kebenaran. Sejarah telah mencatat bagaimana ulama berperan besar dan berada digaris terdepan didalam memerdekan bangsa ini. Kita mendengar nama besar Tengku Chik Di Tiro ulama dari Aceh, kita mengenal Tuanku Imam Bonjol ulama dari Bukit Tinggi Sumatra Barat, kita juga mengenal Kiyai Sentot Ali Basyah ulama yang mendampingi Pangeran Diponegoro di pulau Jawa, dan banyak ulama lainnya yang tidak tercatat didalam sejarah perjuangan bangsa ini.

DISAMPING KEKUATAN SENJATA ADA KEKUATAN DOA
Kebenaran harus ditegakkan dan kezaliman tidak boleh dibiarkan sekecil apapun. Didalam hadits qudsy Allah tabaraka wata’ala berfirman :

عَنْ أَبِي ذَرٍّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيمَا رَوَى عَنْ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَّهُ قَالَ يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوا
“ Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman pada diriKu dan Aku juga menjadikannya haram terjadi diantara kamu, maka janganlah kamu berbuat kezaliman. “[1]

Apabila kezaliman dibiarkan ia pasti akan mewariskan kezaliman berikutnya yang lebih besar dari sebelumnya. Salah satu kezaliman terbesar adalah “ mencaci maki agama “. Islam sangat melarang ummatnya mencaci maki agama, bahkan termasuk pembatal keimanan jika itu dilakukan oleh orang islam sendiri artinya adalah ia akan divonis murtad karena mencaci maki agama. Islam juga melarang untuk mencaci maki dan menghina agama lain. Allah azza wajalla berfirman

وَلاَ تَسُبُّواْ الَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّواْ اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ (108)
“ Dan janganlah kami mencaci maki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan mencaci maki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah kami jadikan setiap ummat menganggap baik apa yang mereka lakukan. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu pernah mereka kerjakan. “[2]

Ibnu ‘Athiyyah rahimahullah menafsirkan ayat ini dengan mengatakan hukum ayat ini terus berlaku sampai kapanpun kepada ummat ini, maka tidak boleh seorang muslim mencaci maki agama mereka (orang-orang kafir) dan apa saja yang dapat menyebabkan itu terjadi dan yang semisalnya.[3] Maka jika kaum muslimin saja dilarang mencaci maki agama lain,  islam juga tidak membenarkan ummatnya diam dari cacian terhadap islam. Sebagaimana disebutkan didalam hadits yang diterima dari ‘Aisyah radhyallahu ‘anha ia berkata

وَمَا انْتَقَمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لِنَفْسِهِ إِلاَّ أَنْ تُنْتَهَكَ حُرْمَةُ اللَّهِ تَعَالَى فَيَنْتَقِمَ لِلَّهِ بِهَا.
“ Dan tidaklah Rasulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  marah karena dirinya kecuali jika dilanggar larangan Allah, maka beliau pun marah karena Allah. “ [4] 

Jika Allah, RasulNya dan ayat-ayatNya telah dihinakan, dicaci maki dan dilecehkan, kemudian kaum muslimin acuh tak acuh dengannya. Sungguh telah tercabut keimanan dari dalam dadanya. Keimananlah yang menjadikan hati bergetar, bergemuruh, penuh rasa harap dan takut kepada Allah azza wajalla. Keimanan pulalah yang menjadikan hati dipenuhi kemarahan disaat Allah dihinakan, rasulNya disakiti dan ayat-ayatNya dilecehkan dan diperolok-olok, hanya keimananlah yang mampu menggerakkannya. Allah tabaraka wata’ala berfirman

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ
“ Hanya sanya orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang apabila disebutkan tentang Allah bergetarlah hati-hati mereka... “ [5]

Berkumpul lebih dari 7 jt massa dari berbagai daerah datang tumpah ruah dijantung ibu kota Jakarta, tidak lain adalah karena panggilan iman, mereka mengorbankan waktu senggang, mengorbankan harta dan bahkan telah bertekad didalam hati, jika sekiranya Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu mematikannya hari itu, mereka juga telah SIAP. Perhatikanlah apa yang dilakukan kaum muslimin dari Cilacap yang sebelumnya terkendala karena pihak bus tidak mau membawa mereka untuk ikut dalam aksi bela islam, keimananlah yang menggerakkan mereka sehingga mereka sanggup berjalan kaki menempuh perjalanan sejauh 270 km. Didalam hati mereka tertanam keimanan yang memendam kebencian dan kemarahan pada kezaliman, kemarahan pada penista Al Qur’an. Sekali lagi “ jangan remehkan keimanan sekecil apapun “, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan keimanan itu.

Meskipun dihati kaum muslimin saat itu memendam kemarahan besar kepada penista Al Qur’an, akan tetapi mereka datang ke Jakarta tidak membawa senjata, mereka juga tidak meminta bantuan kepada pasukan besar dinegeri ini. Karena mereka yakin dengan keyakinan yang sulit untuk digoyahkan dan terhujam kuat didalam dada.  Mereka yakin dengan dahsyatnya kekuatan doa, kekuatan yang dapat mendobrak pintu-pintu langit.

JANGAN ANGGAP REMEH DOA-DOA KAMI
Allah azza wajalla berfirman.
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
“ Dan Tuhanmu berkata : berdoalah kamu kepadaKu niscaya Aku kabulkan. “[6]

Dari Ibnu Abbas radhyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ ، فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
“ Dan takutlah kamu terhadap orang yang terzalimi, karena sesungguhnya tidak ada hijab antara dirinya dengan Allah “ [7]

Terhadap orang yang terzalimi pribadinya takutlah akan doanya, karena tidak ada hijab dirinya dengan Allah azza wajalla. Bagaimana terhadap orang yang terzalimi keimanannya!!!. Sungguh Allah azza wajaalla akan lebih mengabulkan doanya. Ditengah-tengah kerumunan massa ada para ulama yang hanya takut kepada Allah azza wajalla, ada manusia yang senantiasa menjaga kebersihan hartanya, ditengah mereka juga ada orang-orang yang terasing yang tidak dikenali, akan tetapi jika seandainya ia berdoa dan bersumpah atas nama Allah pasti akan dikabulkan doanya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رُبَّ أَشْعَثَ مَدْفُوعٍ بِالْأَبْوَابِ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لَأَبَرَّهُ
“ Berapa banyak (orang-orang) yang kusut masai (tidak diperhatikan oleh manusia lainnya), selalu ditolak kedatangannya, sekiranya ia berdoa atas nama Allah pasti Allah mengabulkan doanya. “[8]

Satu orang saja dari hamba Allah yang berdoa dengan penuh keikhlasan dan ketakutan dikabulkan, maka selesailah segala tujuan yang diharapkan. Karena dada yang dipenuhi kemarahan Al Qur’an dihinakan, tersirat keyakinan kuat bahwa Allah pasti akan memberikan rasa takut yang luar biasa kepada musuh-musuhNya dan musuh-musuh kaum muslimin. Perhatikanlah apa yang telah difirmankan kepada para malaikatNya.

إِذْ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى الْمَلَائِكَةِ أَنِّي مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا الَّذِينَ آمَنُوا سَأُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ فَاضْرِبُوا فَوْقَ الْأَعْنَاقِ وَاضْرِبُوا مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ
“ Ingatlah tatkala Tuhanmu mewahyukan kepada para Malaikat “ sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang beriman. Aku akan memberikan rasa ketakutan kedalam hati orang-orang kafir itu, maka tebaslah kepala mereka dan potonglah tiap-tiap jari mereka. “[9]

Inilah perkataan Allah yang di katakan kepada para malaikatNya, meneguhkan hati orang-orang beriman. Maka berdoalah dengan penuh keikhlasan dan ketundukan kepadaNya, berdoalah agar siapapun untuk berhenti dari menistakan Al Qur’an dan diberikan hidayah oleh Allah subhanahu wata’ala, jika ternyata penistaan terhadap islam, penistaan terhadap Al Qur’an pelecehan terhadap syiar - syiar islam masih terus mereka lakukan bahkan dijadikan bahan olok-olokan. Adukanlah kepada Allah azza wajalla, berdoalah dan mintalah kepadaNya agar siapapun yang menistakan agamaNya, melecehkan NabiNya dan memperolok-olok ayat-ayatNya dan siapapun yang melindungi para penissta Al Qur'an untuk dihancurkan dan dibinasakan!!!. Tanamkan keyakinan didalam hati bahwa doa yang dipanjatkan akan dikabulkan, karena itu syarat utama dikabulkannya doa. Amiin.

" Ya Allah ya rabbal alamin, kami adukan kelemahan kami, kami adukan ketidak berdayaan kami hanya kepadaMu, ya Allah ya rabbal alamin kepada siapa saja yang telah menghinakanMu, melecehkan nabiMu dan menistakan ayat-ayatMu, berilah mereka hidayah karena Engkaulah yang Maha Memberi Hidayah.

" Ya Allah ya rabbal alamain, kami adukanpula  kelemahan kami, ketidak berdayaan kami, kami telah berusaha menurut kesanggupan kami, tetapi musuh-musuhMu dan musuh-musuh kami, tidak berhenti dari menistakanMu, tidak berhenti dari melecehkan nabiMu, juga tidak berhenti dari menistakan ayat-ayatMu, hancurkan dan binasakanlah mereka ya Allah, cabutlah ubun-ubun mereka sebagaimana Engkau telah mencabut para pendahulu mereka, Namrudz, Fir'aun, Qarun, Hamman, Abu Jahal. Engkaulah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu ya Allah ya rabbal alami.

" Ya Qahhar, Ya Aziz, Ya Jabbar, Ya Mutakabbir, Ya Dzal jalali wal ikram "


Akhukum fillah

Muhammad Abu Usamah.   




[1] . HR. Muslim 8/16 no. 6737, Ibnu Hibban didalam shohih 2/385 no. 619, Al Bazzar didalam Musnadnya 9/441 no. 4053, Ibnu Khuzaimah dalam Kitabut Tauhid 1/14 no. 10
[2] . Q.S. Al An’am : 108
[3] . Lihat Kitab Tafsir Ibnu Athiyyah “ Al Muharrir Al Wajiz “ 2/456
[4] . HR. Bukhari 8/37 no. 6126, Muslim 7/80 no. 6190, Abu Dawud 4/396 no. 4787.
[5] . Q.S. Al Anfal : 2
[6] . Q.S. Ghafir : 60
[7] . HR.  Bukhari 2/159 no. 64, Muslim 1/37 no. 130, Abu Dawud 2/16 no. 1586, At Turmudzi 3/21 no. 625, An Nasa’i 5/55 no. 2522, Ibnu Majah 3/5 no. 1783, Ahmad 1/233 no. 2071, Ibnu Khuzaimah didalam shohihnya 4/58 no. 2346.
[8] . HR. Muslim 8/36 no. 6848, Hakim didalam Mustadraknya 4/364 no. 7932, Ath Thobrany didalam Mu’jamul Ausath 1/264 no. 861, Al Isybily didalam Al Ahkam Asy Syar’iyyah 3/227, Baihaqy didalam Syu’abul Iman 13/88 no. 9999, Ibnu Hibban didalam shohihnya 14/403 no. 6483,  
[9] .  Q.S. Al Anfal : 12

sumber : ulin-nuha.net

Tidak ada komentar