Header Ads

Bantuan GNPF MUI ke Suriah untuk Korban Perang termasuk Non-Muslim

banner ads
Manjaniq.com--Wakil Ketua GNPF MUI yang juga Ketua Ikatan Ulama dan Da’i se-ASEAN, Ustadz Zaitun Rasmin, menepis tuduhan bahwa GNPF MUI menyalurkan bantuan kepada pemberontak di Suriah.

Ia menegaskan, GNPF MUI menyalurkan bantuan ke Suriah untuk korban perang.

“Kita tidak melihat siapapun, latar belakang apapun, yang jelas korban (perang Suriah). Bahkan kalau ada non-Muslim itu kita bantu. Karena ini semua adalah bantuan korban perang,” tegasnya dalam konferensi pers acara Tabligh Akbar Aksi Bela Islam di Hotel Saka, Medan, Sumatera Utara, Rabu (28/12/2016).


Ia menjelaskan, pada dasarnya, GNPF MUI hanya bekerja sama dengan ormas-ormas Islam dan berbagai lembaga kemanusiaan. Bukan dana dari GNPF MUI sendiri yang disalurkan.

Jadi, GNPF MUI, jelasnya, hanya menyatukan dan kemudian menyalurkan kepada para korban di Suriah.


Soal Sidang Kasus Ahok

Soal lain, dalam konferensi pers itu, GNPF MUI juga menjelaskan terkait langkah-langkah yang ditempuh dalam mengawal sidang kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Shihab menyatakan, pihaknya berkomitmen penuh dalam mengawal sidang Ahok.


Hal ini, kata dia, agar proses hukum itu tidak diintervensi oleh pihak manapun. Sehingga kalau terjadi hal-hal atau intervensi dari pihak manapun, bisa terdeteksi lebih awal lagi dan bisa diantisipasi.

GNPF MUI juga menyiapkan Tim Advokat dan telah dikoordinasikan untuk menempuh cara-cara yang sesuai jalur hukum.

Di antaranya adalah rencana menemui Komisi Yudisial dan Hakim Agung Urusan Pengawasan Pengadilan.

Untuk diketahui, tabligh akbar di Medan tersebut merupakan rangkaian dari agenda Safari Nasional 212.

Safari yang dihadiri tokoh-tokoh sentral GNPF ini  direncanakan terselenggara juga di 34 ibu kota provinsi se-Indonesia. Medan menjadi tuan rumah Safari Nasional 212 kedua setelah Makassar, Sulsel, 18 Desember lalu.

Acara di Medan itu diselenggarakan atas kerja sama dengan berbagai pihak. Antara lain MUI Sumut, GAPAI (Gerakan Anti Penistaan Agama Islam) Sumut, Kapolda Sumut dan jajarannya, serta masyarakat Medan secara umum.*

Sumber: Hidayatullah

Tidak ada komentar