Header Ads

Badai Salju Hambat Proses Evakuasi Terakhir Warga Aleppo Timur

banner ads
Manjaniq.com--Evakuasi tahap akhir warga dan pejuang dari Aleppo Timur pada Rabu malam (21/12) terkendala hujan salju yang mulai mengguyur Suriah. Kondisi ini juga menyulitkan para petugas yang berupaya memberi bantuan bagi warga dari Aleppo Timur.

Wartawan Al-Jazeera melansir dari sumber oposisi melaporkan bahwa evakuasi masih berlangsung. Akan tetapi, kemungkinan terlambat karena cuaca buruk.

Seperti direncanakan, rombongan terakhir warga yang dievakuasi dari Aleppo Timur keluar pada Rabu malam. Sehingga, paginya kota yang hancur itu dimasuki oleh rezim dan menjadi keberhasilan mereka untuk pertama kali dalam empat tahun memasuki kota tersebut.

Sedikitnya 20 bus tadi malam telah keluar dari Aleppo Timur dan mendekati daerah Ar-Rasyidin di pedesaan Aleppo Barat dan Idlib. Rombongan terakhir ini sempat dihadang oleh milisi asal Iran namun kembali dibebaskan setelah tim negosiator menemui milisi tersebut.

Lembaga Bantuan Kemanusiaan Turki menampilkan video ratusan warga dari Aleppo Timur yang baru tiba di Idlib. Sebagian mereka dalam kondisi terluka dan sakit. Mereka warga yang berhasil dievakuai pada Rabu pagi.

Sementara itu, lembaga penyelamat anak-anak melaporkan bahwa hujan salju lebat menghambat petugas untuk memberi bantuan kepada para warga yang baru tiba dari Aleppo Timur. Para petugas berupaya sekuat tenaga menangani anak-anak. Mereka dalam kondisi memprihatinkan. Bahkan, petugas harus mengamputasi anggota tubuh sejumlah anak-anak akibat luka yang tidak tertangani dengan baik selama dalam pengepungan.

Lembaga itu menunjukkan bahwa kondisi warga yang baru pulang sangat memprihatinkan di tengah hujan salju. Mereka terpaksa tidur di luar ruangan dan tenda-tenda sementara suhu dingin mencapai di bawah nol derajat. Sejumlah anak-anak kehilangan keluarga mereka akibat warga berdesakan saat turun dari bus dan mengantre makanan.

Badai salju mulai melanda provinsi Idlib dan Aleppo di Suriah Utara sehingga suhu udara turun drastis. Kondisi ini membuat kondisi warga semakin memprihatinkan karena tidak memiliki tempat layak untuk tingga di musim dingin.


Sumber: Al-Jazeera/kiblat.net

Tidak ada komentar