Header Ads

Ratusan Warga Poso Hadiri Pemakaman Jenazah Yono Sayur Mujahidin Indonesia Timur Yang Mati Tertembak Satgas Tinombala

banner ads
Manjaniq.com--Ratusan warga menunggu kedatangan jenazah Suharyono alias Yono Sayur di rumah kediaman sang istri di kelurahan Sayo Sayo, Poso Kota Selatan, Poso, sejak pukul 20.00 WITA pada Ahad (12/11/2016). Warga yang melayat terus berdatangan dari berbagai wilayah Kota Poso.
 
Suharyono adalah anggota MIT yang tewas tertembak Satgas Tinombala pada Kamis (10/11/2016) di Dusun Kuala Air, Desa Salubanga Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong. Ia meninggalkan 4 orang anak dari istri ke dua dan 1 orang anak dari istri pertama.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, Jumaidah istri Suharyono sehari-harinya membuat es manis dan kemudian menjual kesekolah-sekolah. Menghidupi 4 orang anaknya Fatih (14 tahun), Hisyan (12 tahun), Usamah (8 tahun) dan Ukasyah (5 tahun), Jumaidah tetap sabar dan tidak pernah berputus asa.

“Ya untuk sehari-hari istrinya membuat es manis kemudian dijual ke sekolah-sekolah dia juga aktif mengajar,  Alhamdulillah sekarang sudah mau tinggal bersama kami di Sayo dahulu mereka sewa kos” ungkap kakak Ipar Suharyono saat di temui di rumah duka kelurahan Sayo

Selain itu sosok Suharyono di mata sahabat dan kerabat dikenal pendiam, ramah, tidak ingin berdebat dan menghindari perselisihan serta orangnya alim dan taat.

“Yono itu pendiam orangnya, biasanya kan kalau teman-teman itu sering beda pendapat dan berdebat tapi dia memilih diam saja dan tidak banyak bicara. Dia juga orangnya alim dan taat beribadah,” kenang Iran, salah satu sahabatnya.

Ratusan orang menyambut ledatamgam jenazah Suharyono yang tiba di rumah duka pukul 21.30 WITA. Pekikan takbir yang terus dikumandangkan oleh keluarga dan kerabat serta pelayat menggema di sepanjang jalan menuju Kelurahan Sayo. Warga setempat pun ikut larut dalam suasana penuh haru itu.

“Saya iklash kepergian adik saya karena memang jalan ini sudah menjadi pilihan hidupnya,” ungkap Pak Slamet ,kakak Suharyono saat ditemui di rumah duka.

Sekitar pukul 22.00 wita jenazah diantar oleh iring-iringan ratusan pelayat warga kota Poso menuju pemakaman umum Islam di Kelurahan Lawanga Poso Kota. Sepanjang perjalanan menuju tempat pemakaman warga kota poso keluar rumah melihat dan menyaksikan iring-iringan para pelayat.


Reporter: Ahmad Sutedjo

Tidak ada komentar