Header Ads

Protes Krisis Ekonomi, Polisi Tangkap Ratusan Pendemo Di Mesir

banner ads
Manjaniq.com--Sedikitnya 130 orang telah ditangkap di seluruh Mesir, menyusul aksi protes yang terjadi akibat memburuknya kondisi ekonomi dan kenaikan harga-harga kebutuhan di negara itu.

Salah satu tindakan penangkapan dilakukan polisi anti huru hara di Kairo, Jumat (11/11). Penangkapan dilakukan sebagai antisipasi unjuk rasa di hari itu. Sedikitnya sebanyak 39 pengunjuk rasa dilaporkan ditahan.

Polisi pun segera diterjunkan di Suez, merespon puluhan demonstran yang berkumpul di kota pelabuhan itu. Sementara diprovinsi Beheira, 70 kilometer dari Kairo, polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah pengunjuk rasa.

Sebelum aksi unjuk rasa terjadi, di media sosial tersebar seruan dari kelompok yang menamakan diri sebagai Gerakan Masyarakat Miskin. Mereka menyeru aksi protes terhadap pemerintahan presiden Abdul Fattah Al-Sisi atas kenaikan harga-harga barang kebutuhan.

Aksi unjuk rasa tanpa izin telah dilarang di Mesir sejak terjadinya kudeta terhadap presiden Muhammad Mursi. Sejak saat itu, pasukan rezim Al-Sisi terus menangkap para pendukung presiden yang terpilih secara demokratis itu.

Krisis ekonomi menyebabkan nilai tukar mata uang Mesir terhadap dolar melemah drastis. Saat ini inflasi juga cukup tinggi hingga mencapai 14 persen, dan diperkirakan akan terus meningkat.

Pemerintah Mesir pun telah mengajukan pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) sebesar 12 miliar dolar. Di saat yang sama mereka juga melakukan pengetatan pembelanjaan.

IMF dalam pernyataan yang disampaikan Jumat (11/11) mengumumkan telah menyetujui pinjaman sebesar 12 miliar dolar kepada Kairo. Bank Sentral Mesir telah menerima kucuran awal sebesar 2,75 miliar dolar.

Reporter: Imam S.
Sumber: Aljazeera

Tidak ada komentar