Header Ads

Muslim Rohingya Ditembaki Saat Seberangi Sungai Lari ke Bangladesh

banner ads
Manjaniq.com--Penindasan yang dilakukan pemerintah Myanmar terhadap minoritas Muslim Rohingnya terus berlanjut. Baru-baru ini, ratusan warga Rohingya harus melarikan diri ke wilayah Bangladesh untuk menghindari pembantaian militer.
 
Kantor berita Reuters Arabic, Rabu (16/11), melansir dari sumber pemerintah dan warga, melaporkan bahwa korban tewas akibat pembantaian di Myanmar Barat itu lebih dari 130 orang. Sebagian mereka tewas ditembak saat berupaya menyeberangi suangai Naf, yang memisahkan Myanmar dengan Banglades.

Militer memblokade kampung-kampung Muslim dan melarang pekerja bantuan dan aktivis masuk. Dalam kondisi ini, militer membantai dan mengusir warga Rohingya.

Selama sepekan ini, militer Myanmar mengintensifkan kampanye militer ke kampung-kampung Muslim. Kampanye ini didukung helikopter militer untuk mencapai desa-desa terpencil.

Pekerja kemanusiaan memperkirakan, sebanyak 500 warga melarikan diri dari Myanmar menuju Bangladesh selama Oktober. Saat ini mereka tinggal di empat kamp pengungsian di dekat perbatasan.

Mereka tidak bisa bisa masuk lebih jauh ke wilayah Bangladesh karena pihak keamanan setempat menghadang. Mereka saat ini hidup tanpa kejelasan.

Beberapa hari ini, media sosial juga diramaikan dengan foto-foto pembantaian, pengusiran dan pembakaran kampung Muslim Rohingya oleh militer Myanmar. Bahkan militer sengaja menistakan Al-Quran dengan menginjak-injak dan membakarnya.

Aktivis dan warga membenarkan adanya pembantaian dan pembakaran rumah warga Rohingya. Bahkan, wanita-wanita Muslimah menjadi sasaran pemerkosaan.

Warga Rohingnya yang berjumlah 1,1 juta dan mayoritas menetap di provinsi Rakhine (Arakan) tidak mempunyai identitas negara setelah pemerintah menghapus kewarganegaraan mereka. Mereka tidak diakui sebagai warga negara Myanmar meski tinggal beratus-ratus tahun di wilayah itu. Hal ini yang menjadi sorotan lembaga-lembaga HAM dunia.

Reporter: Suhli El-Izzi

Sumber: Reuters Arabic
Sumber : Kiblat.net

Tidak ada komentar