Header Ads

Ketua GNPF MUI Ust Bachtiar Nasir Dilarang Ikut Gelar Perkara Kasus Ahok, UBN Pertanyakan Keterbukaanya?

banner ads
Manjaniq.com--Sebagai salah satu pelapor, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) tak diperbolehkan mengikuti gelar perkara kasus Ahok.
 
“Hari ini tidak diperkenankan masuk (gelar perkara, red) yang katanya terbuka dan terbatas,” kata Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Bachtiar Nasir di halaman Mabes Polri Jakarta, Selasa (15/11).

Ulama yang akrab disapa UBN itu menambahkan bahwa pihak polisi hanya memperbolehkan lima pelapor yang mengikuti gelar perkara. Sementara, secara keseluruhan ada 11 pihak yang melaporkan kasus penodaan agama yang dilakukan Ahok, dan GNPF MUI termasuk di antaranya.

Pelapor yang diperbolehkan mengikuti gelar perkara adalah pihak FPI. Padahal, ada sejumlah pihak yang turut melaporkan seperti PP Pemuda Muhammadiyah.

“Kami melihat di sini ada ketidakterbukaan yang sebenarnya,” tandas UBN.

Hari ini berlangsung gelar perkara kasus penodaan agama yang dilakukan gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dia dilaporkan atas pernyataan yang dilontarkan di Kepulauan Seribu yang menyebut frase dibodohi pakai Al Maidah 51. MUI menyatakan pernyataan tersebut merupakan penghinaan terhadap Al Quran dan ulama.

Pantauan Kiblat.net di lapangan, Ahok selaku terlapor tak hadir dalam gelar perkara kali ini. Dia diwakili oleh penasihat hukumnya.


Reporter: Imam S.

Tidak ada komentar