Header Ads

Ini Alasan Utama Kapolri Tak Segera Tahan Ahok

banner ads
Manjaniq.com--Ahok tak ditahan meskipun terbukti dalam gelar perkara melakukan tindak pidana pensitaan agama dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Menurut Kapolri, penahanan itu bukan keharusan.
 
Ahok telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri atas tindak pidana penodaan agama. Dia dikenakan pasal 156a KUHP jo pasal 28 ayat 2 UU No 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Atas tindak pidana yang dilakukan, gubernur DKI Jakarta nonaktif itu terancam hukuman penjara lima tahun.

Umumnya, polisi menahan tersangka pidana yang terancam hukuman lima tahun. Namun, hal itu tak berlaku dalam kasus Ahok. Kapolri menyampaikan alasan tak segera menahan mantan wakil Jokowi sekatu menjabat gubernur DKI itu.

“Undang-undang kita, KUHAP kita pasal 21 ayat 4 UU No 8 tahun 81 tidak menyatakan bahwa setiap kasus yang diancam hukuman dengan hukuman lima tahun atau kasus tertentu di bawah lima tahun harus dilakukan penahanan,” kata Tito di Mabes Polri Jakarta, Rabu (16/11).

“Yang dikatakan adalah dapat dilakukan penahanan,” ujarnya.

Penahanan tersebut, lanjut Tito, dapat dilakukan dengan harus memenuhi dua syarat. Dua syarat itu adalah syarat objektif dan subjektif.

Syarat objektik yang dimaksud adalah keyakinan adanya tindak pidana dari para penyidik. “Yang terjadi sekarang tim ini terbelah karena saksi ahlinya terbelah,” ucapnya.

Syarat subjektifnya adalah adanya kekhawatiran tersangka menghilangkan barang bukti dan mengulangi tindak pidana tersebut. Sementara, untuk kekhawatiran melarikan diri polisi cukup melakukan pencegahan terhadap Ahok, agar tak ke luar negeri.

“Tidak ada kekhawatiran itu, karena yang bersangkutan adalah pejabat, yang bersngkutan juga kooperatif,” lanjut Tito.

Bareskrim Mabes Polri akhirnya menetapkan Ahok sebagai tersangka kasus penodaan agama. Keputusan itu diambil setelah gelar perkara yang dilakukan kemarin. Hari ini polisi telah mengeluarkan perintah penyidikan kasus itu.


Reporter: Imam S.
Sumber : Kiblat.net

Tidak ada komentar