Header Ads

Ketua Pemuda Muhammadiyah: Penetapan Siaga Satu Jelang 4 November Dinilai Berlebihan

banner ads
Manjaniq.com--Ketua Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pada dasarnya aparat keamanan sudah tahu persis ada fakta kemarahan yang luar biasa dari umat Islam Indonesia khususnya, terkait dengan kasus Ahok.

Sehingga, demonstrasi besar tanggal 4 November nanti dipastikan akan digelar dalam jumlah yang sangat Besar. Maka, sudah sewajarnya mereka myelakukan pengamanan.

“Saya melihat wajar saja Polisi bersiap melakukan pengamanan (demo -red) itu tugas mereka,” katanya saat dihubungi Kiblat.net, Ahad (20/10).

Ia juga berkomentar soal surat edara Polri yang menyampaikan situasi di lapangan pada empat November mendatang siaga satu. Menurutnya, apabila diberikan pada internal Polri, hal itu tidak masalah.

“Kalau internal kepolisian saya kira baik saja, untuk melakukan pengamanan,” tuturnya.

“Tetapi, menjadi berlebihan bila disampaikan ke publik karena membangun kesan kekhawatiran dan ketertakutan publik,” sambungnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Korps Brimob telah mengeluarkan surat nomor: R/Rekon/101/1/2016 tanggal 16 Januari 2016 tentang menghadapi kontijensi konflik sosial tahun 2016.

Surat tersebut menyatakan dalam rangka mengantisipasi gangguan kamtibnas di seluruh wilayah NKRI dan perkembangan situasi di lapangan, maka perlu dinyatakan siaga satu. Sebagai penegasan, seruan untuk siaga satu kembali diulang untuk kedua kalinya.(Kiblat)

Tidak ada komentar