Header Ads

Hari Ini, Umat Islam Se-Indonesia Serentak Turun ke Jalan Tuntut Penjarakan Ahok karena penista Al Quran

banner ads
Manjaniq.com--Hari ini, sebelum dan ba’da Jum’at (14/10), seluruh elemen umat Islam dari berbagai latar belakang organisasi melakukan aksi turun ke jalan secara serentak untuk menggugat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang dianggap menistakan Al Qur’an dan ulama sebagai juru dakwah.
Dalam siaran pers, Keluarga Besar (KB) PII Jakarta dan Korpus Brigade PII menyerukan anggota PII dan KB PII di dimanapun berada, khusunya yang berada di DKI Jakarta dan sekitarnya, termasuk Jawa Barat dan Banten, untuk bergabung melakukan aksi damai turun ke jalan dengan umat Islam lainnya dengan seruan “Penjarakan Ahok.”

“Kami menuntut Polri segera proses hukum penista Kitab Suci Al Quran Gubernur DKI Jakarta Ahok. Mari buktikan bahwa umat Islam adalah satu,” kata Ketua KB PII Jakarta, Joko Adi Wibowo.

Massa akan berkumpul di titik masing-masing. KB PII misalnya, berkumpul di Seketariat PII, Jl. Menteng Raya No. 58, Jakarta Pusat. Dari secretariat PII, massa bergerak long march menuju Masjid Istiqlal, kemudian Bareskrim Polri, Balaikota, dan DPRD DKI Jakarta.

Sementara itu, seruan aksi damai nasional juga dilakukan oleh Mahasiswa Islam UHAMKA. Mahasiswa menuntut atas perlakuan Gubernur DKI Jakarta yang menistakan Al Qur’an. Aksi damai ini serantak dilakukan di berbagai daerah.

Titik Aksi khusus di Jakarta, rencananya akan berkumpul di depan kampus UHAMKA, jalan Limau, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pukul 10.00 WIB, kemudian konvoi bareng menuju Masjid Istiqlal, kemudian bergerak menuju Bareskrim dan Balaikota.

Sedangkan, mahasiswa yang berada di Provinsi lain akan melakukan aksi di Polda dan DPRD setempat dengan tuntutan yang sama: “Tangkap dan penjarakan Ahok”.
Hukum wajib di tegakkan. Ayo tunjukkan eksistensimu wahai mahasiswa, kepedulianmu terhadap agama, bangsa dan negara yang damai dan menolak Ahok sebagai pemicu perpecahan,” seru Muhaemi, koordinator Mahasiswa UHAMKA.

Kabar lain, aksi demo besar-besaran dengan mengerahkan massa sekitar 150 ribu orang terdiri dari gabungan ormas. Bahkan ada yang datang dari daerah Banten, Jateng, Jatim dan sebaganya.

Massa berkumpul di Masjid Istiqlal, Jakarta untuk kemudian bergerak (long march) menuju Balaikota DKI. Semua aksi kompak dengan tuntutannya, tangkap dan penjarakan Ahok 1×24 jam.

Di Makassar, seluruh elemen umat Islam mengeluarkan Petisi 50 yang isinya, “Jika Pemerintahan saat ini tidak peduli dan tidak mau menjaga kesucian agama umat Islam Indonesia, maka kami Umat Islam Indonesia akan membela agama kami dengan cara kami sendiri.”

Petisi Makassar itu berbunyi: Pertama, melalui DPRD Sulsel, Polda SulSel dan Kodam VII Wirabuana, meminta Kepolisian RI, Kejaksaan Agung, dan Mahkamah Agung menangkap dan mengadili Basuki Cahaya Purnama (Ahok) yang telah menista agama Islam yang dianut mayoritas rakyat Indonesia.

Kedua, melalui DPRD SulSel, Polda SulSel dan Kodam VII Wirabuana, DPRD DKI, Kementerian Dalam Negeri, untuk mendesak Presiden RI memberhentikan secara tdk hormat Basuki Cahaya Purnama (Ahok) yang menggunakan simbol simbol dan fasilitas negara melakukan penistaan Agama Islam.


Petisi ini diharapkan mendapat respon yang positif dari seluruh pihak utamanya pejabat negara, kepolisian, militer, legislatif, eksekutif, yudikatif dalam rangka mengantisipasi kezaliman yang lebih besar dimasa datang oleh pejabat tersebut. [desastian/Islampos]

Tidak ada komentar