Header Ads

Densus 88 Tangkap Gatot Witono, Luran Selosari : Orangnya Tidak Tertutup, Dia Teman Main Badminton Saya

banner ads
Manjaniq.com--Detasemen Khusus Anti Teror/Densus 88 pada Selasa, (25/10) menangkap seorang bernama Gatot Witono (48 tahun) di Magetan.

Pria yang tinggal di Jalan Hasanudin, Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan, Kabupaten Magetan ini ditangkap di Jalan Mayjen Sutoyo, Kecmatan Magetan seusai mengantar anaknya bersekolah.

Usai penangkapan, beredar isu dan pemberitaan miring terkait penangkapan GW. Sejumlah media mengabarkan ada senjata api sejenis FN dan granat ditemukan di rumah GW. Ada juga yang menginformasikan bahwa pribadi GW sangat tertutup dan tidak bergaul dengan masyarakat. GW juga dituding sebagai anggota jaringan kelompok Jamaah Islamiyah sebagai Divisi Logistik.

Untuk mengklarifikasi hal tersebut, reporter Kiblat.netFajar Shadiq pada Kamis, (27/10) melakukan investigasi di lapangan. Kiblat.net berhasil mewawancarai Lurah Selosari, Yudo Wahyono yang turut dalam penggeledahan barang bukti di kediaman GW.

Berikut hasil wawancara Kiblatnet dengan Lurah Selosari terkait isu miring yang dihembuskan pada GW.

Saat penggeledahan, Pak Lurah juga turut menjadi saksi dari aparat desa. Bisa diceritakan apa saja barang yang disita dari rumah GW?
Terkait penggeledahan, kalau penggeledahannya saya ikut sih memang. Tapi apa yang di sana saya gak bisa menyampaikan. Di dalamnya apa, yang dibawa apa, itu saya gak bisa menyampaikan. Itu kewenangannya Densus.
Kalau kewenangan saya cuma memberitahukan bahwa Gatot Witono itu memang warga Kelurahan Selosari yang bertempat di Jalan Hasanudin RT 4 RW 5.

Apakah benar pemberitaan media bahwa GW adalah pribadi yang tertutup?
Masalah kesehariannya kalau tertutup, ndak. Dia masih seperti biasa. Dia berolahraga, juga berinteraksi dengan lingkungan. Tapi kalau dia juga ikut jaringan mana saya juga kurang tahu. Kapasitasnya sebagai apa saya kurang tahu.

Bisa diceritakan kronologis penangkapannya?
Waktu penangkapan itu juga saya kurang tahu bagaimana kronologinya, saya diajak waktu penggeledahan saja. Kalu njenengan tanya di dalamnya apa isinya, ya saya tahu. Tapi gak berwenang menyampaikan kepada wartawan.

Apakah benar bahwa GW selama ini hidup sebagai buron dan selalu berpindah-pindah?
Enggak. Domisilinya tetap di situ. Kalau ke luar kota mungkin ada kegiatan belanja, ya saya nggak tahu ya. Tapi kalau dikatakan tertutup, ya enggak. Selama ini beliau tetap menetap di situ. Aktivitasnya sebagai wiraswasta di lingkungan industri kulit. Tapi kalau pindah kesana kemari ndak.

Sejak kapan GW tinggal di Magetan?
Dari kecil, cuma pindah dari RW satu ke rumah baru yang dia buat di depan PU itu. Aslinya memang orang Selosari. Asli orang sini bukan pendatang.

Kalau dikabarkan bahwa GW menantu Kyai Bajuri?
Enggak. Itu kembarannya mungkin. Istrinya Gatot Witono itu asli Kediri. Gatot Witono itu punya kembaran bernama Gatot Witoyo. Nah, Gatot Witoyo itu istrinya adalah putri Kyai Haji Bajuri. Mereka saudara kembar. Memang kalau Gatot Witoyo itu tinggalnya di Candi.

Kalau sampeyan nanya soal domisili saya bisa jawab tapi kalau soal kewenangan Densus saya gak berani jawab. Nanti keliru. Ya saya tahu di situ ada apa-apa saja. Yang jelas saya cuma bisa kasih keterangan seperti itu.

Saat penggeledahan apa ada perlakuan yang kasar pada keluarga?
Tidak ada. Mereka (Densus) waktu mau melakukan penggeledahan izin saya koordinasi. Saya dikabari, ini berkaitan dengan pak Gatot Witono ada penangkapan dari Densus. Saya cari waktu itu nomor istrinya. Alhamdulillah beliaunya waktu itu Bu Diah belum berangkat kerja. Masih ada di dalam. Saya bilang, “Mohon maaf, Bu Diah mohon izin buka pintunya, ini ada teman dari Densus mau bertamu.”

Tapi kemarin (Rabu, 26/10) siang, tim sudah mengembalikan barang-barang yang tidak terkait dengan pemeriksaan. Seperti sepeda motor, hape-hape anak2 sudah dikembalikan.

Apakah Pak Lurah tahu GW terlibat jaringan apa?
Woh gak tahu aku. Orangnya sering badminton dengan saya kok. Gatot Witono itu sering badminton dan olahraga. Tapi namanya orang, kan gak semua tahu ya, dia itu gimana-gimana. Sering sekali itu, minimal sepekan sekali main badminton dengan teman-teman di PU, juga di Maarif.

Gak tertutup kok orangnya. Sama. Ngomongnya enak. Tapi kiprahnya sebagai apa saya tidak tahu.
Yang jelas tekankan apa yang saya sampaikan apa adanya bahwa dia memang penduduk Selosari, orangnya terbuka, aktif di masyarakat, kegiatan RT juga ikut.

Benarkah ada senjata FN dan granat sebagaimana isu yang tersebar?
Gak ada itu FN dan granat. Karena memang gak ada. Sampaikan ini supaya media tidak mengekspos besar-besaran lah, kasian juga.
(Kiblat)

Tidak ada komentar