Header Ads

Pushami Sayangkan Insiden Penusukan Karena Kasus Keluarga Dieksploitasi Media

banner ads
Manjaniq.com,Jakarta – Direktur Kebijakan Publik Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (Pushami), Jaka Setiawan menyayangkan insiden penyerangan aparat keamanan bisa terjadi di daerah Cikokol, Tangerang Kota.
Foto: SA, pelaku penusukan dilumpuhkan aparat kepolisian usai menusuk Kapolsek Tangerang Kota, tadi pagi (Kamis (20/10/2016).

“Kita turut menyayangkan hal tersebut bisa terjadi. Seharusya pihak keamanan lebih sigap, bagaimana mau menjaga masyarakat menjaga kesatuannya saja tidak berhasil?” ujarnya kepada Kiblat.net pada Kamis, (20/10).

Alumnus Kajian Intelijen Stratejik Pascasarjana Universitas Indonesia ini menyatakan bahwa pihak keamanan perlu menelusuri motif pelaku yang menyasar polisi. Bahkan Kapolsek Tangerang Kota menjadi salahsatu korbannya.

Berdasarkan informasi di lapangan, ternyata ini masalah penusukan ini adalah masalah sesama keluarga polisi. Tapi oleh media-media pendukung rezim digelembungkan sebagai pengalihan isu penistaan Surat Al Maidah 51.


“Dugaan kuat motif dari peristiwa ini adalah pelaku tidak senang dinasehati oleh keluarga polisi lainnya,” ujar dia.

Secara umum, umat Islam telah merespon kasus penistaan Surat Al Maidah 51 oleh Gubernur DKI Jakarta dengan upaya penegakan hukum. Hanya saja, ada kelompok lainnya yang mengambil jalan pintas seperti ini karena mereka tidak percaya terhadap cara kerja dan sistem hukum yang ada.

Sebagaimana diketahui, batas terakhir ultimatum Habib Rizeiq Syihab kepada Polri akan jatuh pada hari Jumat besok. Sementara proses hukum dinilai Jaka masih berjalan lambat.

“Ini salah satu dampak dari lambatnya proses hukum. Kalau saja polisi bekerja profesional, gak perlu ada demo-demoan karena setiap warga negara di mata hukum sama. Sebab, Polisi wajib menggunakan logika hukum dan keamanan, bukan logika politik,” tukas dia.

Sebelumnya, tiga anggota Polisi menjadi korban penusukan orang tak dikenal di kawasan sekolah pendidikan Yuppentek Cikokol, Kota Tangerang, Banten.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono dihubungi, di Jakarta, Kamis (20/10/2016), mengatakan, ketiga anggota polisi tersebut yakni Kompol Efenddi yang merupakan Kapolsek Tangerang Kota dengan luka tusuk di torak jantung dan dirujuk ke RS Siloam.

Iptu Bambang Haryadi selaku Kanit Dalmas Polres Metro Tangerang Kota dengan luka di bagian dada sebelah kiri dan punggung kiri. Kini sudah dibawa ke RSUD Tangerang.

Bripka Sukardi sebagai anggota Satlantas Polsek Benteng Tangerang dengan luka di punggung kanan dan lengan kanan dan dibawa ke RSUD Tangerang.


Saat ini, lanjut Kombes Awi, lokasi kejadian sudah diberi garis polisi dan dijaga ketat petugas polisi dari Polres Metro Tangerang Kota.[kiblat]

Tidak ada komentar