Header Ads

Pemuda Muhammadiyah akan Tetap Tagih Dugaan Suap pada Keluarga Siyono sebesar 100 juta

banner ads
Manjaniq.com-Jakarta- Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anhar Simanjuntak menyebutkan bahwa kasus korupsi Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman berbeda dengan uang sogok yang diberikan Densus 88 kepada keluarga Siyono Meski demikian, ia tetap mendesak KPK untuk mengungkap kasus uang 100 Densus.
 
“Kasus Irman Gusman adalah kasus suap yang Operasi Tangkap Tangan (OTT). Terkait dengan OTT, suap tidak ada batas nilai rupiahnya. Jadi berbeda dengan kasus dugaan penyerahan uang yang diberikan ke keluarga Siyono yang sampai detik ini belum jelas kabarnya di KPK,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Senin (20/09).

Meski demikian, PP Pemuda Muhammadiyah tetap akan menagih KPK untuk segera menyelesaikan masalah dugaan suap yang diberikan kepada keluarga Siyono tersebut.

Dahnil juga sepakat bahwa ada kelemahan KPK dalam menyelesikan kasus-kasus korupsi yang tingkat kompleksitasnya tinggi. Namun hal itu tidak berarti kita seolah membangun opini bahwa Irman Gusman tak bersalah dalam kaitannya dugaan suap Rp100 juta tersebut.

“Kita tengok nanti di pengadilan bagaimana sesungguhnya kasus suap yang melibatkan IG tersebut,” tuturnya.

Maka, ia menilai penting bagi KPK untuk menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang menjadi perhatian publik. Misalnya uang sogok Rp100 juta dari Densus 88 pada keluarga Siyono dan Irman Gusman. Sebab, hal ini untuk mengembalikan kepercayaan publik pada KPK.

“Penting buat KPK untuk menyelesaikan kasus-kasus besar yang menjadi perhatian publik, untuk mengembalikan kepercayaan Publik karena modal utama KPK adalah public trust,” pungkasnya.[kiblat]



Tidak ada komentar