Header Ads

Masya Alloh, 10 M dari Sungai cimanuk, Ponpes Al Qodar Garut Tak Tersentuh Banjir Bandang

banner ads
Manjaniq.com--Musibah itu datangnya tiba-tiba dan bisa menimpa siapa saja. Seperti halnya banjir bandang di Kabupaten Garut, yang meluap ganas sepanjang daerah aliran sungai cimanuk, Selasa (20/9/2016). Sungguh mengenaskan dan telah memporakporandakan berbagai infrastruktur, ratusan rumah sepanjang bibir Sungai cimanuk menimbulakn puluhan korban tewas, dan ratusan keluarga jadi tunawisma.
 
Namun, ada yang aneh dibalik cerita ganasnya banjir bandang itu, benar-benar di luar nalar waras, ketika banjir menghantam, hanya Pondok Pesantren Salafi Al-Qodar yang berlokasi di bibir sungai Cimanuk ( 10 meter-Red) tepatnya di Kampung Lebak Siuh, Kelurahan Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota teu regrog-regrog, kokoh berdiri bak batu karang tak tersentuh murkanya sungai cimanuk. Sementara di sekitar Ponpes tersebut porak poranda bahkan jembatan yang menghubungkan ke Ponpes ambruk tergerus derasnya air.

“Berkat pertolongan Allah SWT, pesantren kami tidak tersentuh bencana banjir bandang sungai Cimanuk,”ujar pendiri sekaligus pemimpin Pondok Pesantren Al-Qodar KH. Abdul Qadar Rusman (54 ) ketika dihubungi porosgarut.com di komplek pesantren tersebut Rabu (21/9/2016).


Menurut Abdul Qadar, musibah itu harus disikapi dengan arif, bahwa Allah SWT tengah menegur kita, dan dibalik musibah tersebut pasti ada hikmahnya, agar kita peduli terhadap alam, terutama untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup, menggalakkan reboisasi agar hutan tetap rimbun dan ijo-ijo royo. Lebih lanjut Kiyai Abdul Qadar menyitir “ untuk Kami perlihatkan kepadamu sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang sangat besar, [QS. THAHA 20:23] yang mana musibah banjir bandang terjadi pada yanggal 20 pukul 23.00 WIB.

Tidak ada komentar