Header Ads

Umat Islam Indonesia Sudah Sangat Toleran

banner ads
Jakarta (Manjaniq.com) - Tudingan intoleran terhadap umat Islam selama ini kerap dimunculkan, yang teranyar pasca kerusuhan di Tanjungbalai, Sumatera Utara pada akhir Juli 2016 lalu. Padahal biang keladi kerusuhan tersebut justru datang dari warga etnis Cina non Muslim yang tidak toleran dengan melakukan protes terhadap suara adzan.
Ketua Pusat HAM Muslim Indonesia (Pushami) Muhammad Hariadi Nasution, SH.MH

"Di negeri ini selalu saja dikatakan bahwa umat Islam tidak toleran, padahat justru faktanya umat lainlah yang tidak toleran dan mencari-cari kesalahan," ujar Ketua Pusat HAM Muslim Indonesia (Pushami) Muhammad Hariadi Nasution, SH.MH kepada Suara Islam Online beberapa waktu lalu.

Menurut pria yang akrab disapa Ombat itu, umat Islam tidak mungkin marah jika tidak diganggu dan diusik ketenagannya dalam beribadah. "Dan sebagai mayoritas, justru umat Islam sangat toleran dan memberikan kebebasan bagi umat lain untuk beribadah dengan damai," jelasnya.       

Dan sebagai buktinya, seluruh umat minoritas di Indonesia diberikan libur nasional saat memperingati hari raya agamanya. Sebaliknya, hal itu tidak didapati ketika umat Islam menjadi minoritas di negara lain, seperti diberikan libur nasional saat Idul Fitri atau Idul Adha.

Selain itu, ia juga mengkritisi ketidakdilan pemerintah terhadap umat Islam selama ini. Menurut Ombat, terjadinya konflik rasial itu sudah dimulai sejak kerusuhan Ambon dan Poso yang memang tidak pernah tuntas sampai sekarang.

"Semua tersangka dari pihak Muslim sudah di eksekusi namun dari pihak Kristen justru di tunda-tunda sehingga lupa sampai saat ini. Dalam hal ini pemerintah harus adil terhadap umat Islam yang notabenenya sudah sangat sabar di perlakukan tidak adil," tandasnya. [suara-islam.com]

Tidak ada komentar